Ini Penjelasan Hary Tanoesoedibjo Soal SMS ke Jaksa

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, Senin (12/6/17). Harry diperiksa terkait SMS nya kepada Kasubdit Penyidikan Tipikor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Yulianto.

Bos MNC Group itu menegaskan, bahwa SMS yang dia kirimkan ke Yulianto tak bernada ancaman. Melainkan sebuah penegasan oleh dirinya terhadap jaksa.

"Ini bermula dari kasus Moblie 8 yang tidak ada kaitannya dengan saya. Ini satu hal yang ironis, saya berjuang di politik dengan segala pengorbanan yang kemudian disangkut pautkan dengan kasus Mobile 8 yang bukan kasus dan tidak ada sangkut pautnya dengan saya," kata Hary usai pemeriksaan di Bareskrim Polri, Senin (12/6/17).

"Jadi SMS ini tujuannya untuk menegaskan, bukan mengancam," lanjut Harry.

Dia yakin SMS yang dia kirim bukan ancaman, berdasarkan keputusan Komisi III DPR tanggal 17 Maret 2016 lalu, yang menegaskan hal tersebut. Ia pun menjelaskan kata oknum yang disebut dalam SMS nya bersifat jamak.

"Karena sifatnya jamak, memberantas kan normatif, memberantas korupsi. Kata-kata oknum harus digarisbawahi. Dia jamak bukan tunggal," jelas Harry.

Hary juga menegaskan bahwa kasus Mobile 8 yang tengah diperkarakan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), tak ada sangkut paut dengan dirinya, dan sudah dibuktikan dengan keputusan praperadilan tanggal 29 November 2016 lalu.

Sebelum meninggalkan Bareskrim, Hary menitipkan pesan pada jaksa Yulianto.

"Dan saya hanya kemudian mengingatkan Mas Yulianto, dengan keyakinan saya ini bukan kasus. Intinya hati-hati kalau memeriksa. Pastikan semua normatif. Ini hanya masalah penyampaian. Saya tegaskan, kalau saya dikaitkan, saya harus bereaksi. Kalau tidak nama saya rusak. Satu hal yang ironis," tutup Hary. (Lano)

Penulis:

Baca Juga