Ini Penjelasan Polri Terkait Hoax Video Jenazah Imam Samudra Masih Utuh

Jakarta, Akuratnews.com - Mabes Polri meluruskan video hoax yang sempat viral, baru-baru ini. Jenazah dalam video tersebut diklaim sebagai jenazah tokoh bom Bali 1 Imam Samudera.

Faktanya itu adalah jenazah Yaser bin Tamrin seorang narapidana terorisme yang ditahan di Lapas Gunung Sindur dan meninggal di RSUD Tangsel.

“Dia meninggal di RSUD Tangerang Selatan pada hari Selasa 17 Juli 2018 pukul 19.45 WIB. Almarhum sejak 26 Juni 2018 mengeluh muntah dan perut terasa panas serta lemas. Tim medis yang terdiri dari dua orang perawat mengambil tindakan berupa pemberian obat,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal di Mabes Polri, Senin (23/7).

Pada tanggal 4 Juli 2018 pukul 10.39 tahanan tersebut kembali mengeluh kram di bagian perut dan muntah. Tensi 90 / 60 dan perawat memberi obat dan selanjutnya diet bubur.

Pada tanggal 11 Juli 2018 tahanan tersebut mengeluh rasa melilit di bagian perut, nafsu makan kurang, dan muntah. Diberikan terapi obat dan lanjut diet bubur.

Pada Minggu 15 Juli 2018 pukul 00.30,dari ruang CCTV untuk melihat kondisi blok hunian dan lingkungan melalui monitor CCTV,didapatkan info bahwa penghuni kamar C2.6.1 terlihat tidak beraktivitas sama sekali sejak beberapa jam sebelumnya.

Hasil pemeriksaan petugas, tahanan tersebut terlihat lemas kemudian dipindahkan ke poliklinik agar diberikan tindakan medis. 15 menit kemudian perawat tiba di rutan dan memeriksa kondisi tahanan yang kemudian segera di bawa ke RSUD Tangsel.

Setibanya di IGD RSUD, tahanan langsung di tangani oleh dokter dan diberi tindakan medis.

Dokter sempat menyatakan kondisinya cukup membaik dengan tensi 120/ 70. Atas izin dokter, tahanan di bawa kembali ke rutan untuk rawat inap di poliklinik rutan dan di berikan terapi.

Hari Selasa 17 Juli kondisi almarhum memburuk dan terlihat pucat serta napas pendek dan tidak sadar. Tahanan kembali dibawa ke RSUD Tangsel dengan pengawalan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. (Red)

Penulis:

Baca Juga