Ini Poin Penting Kerjasama Orang Tua dan Kampus Membangun Karakter Mahasiswa

Mahasiswa juga dituntut memiliki daya juang yang tinggi, tidak mudah menyerah, peduli terhadap lingkungan dan sesama. Tidak kalah penting adalah rendah hati dan tidak sombong.

‘’Karena kesombongan bisa menghancurkan diri sendiri,’’ tutur ibu empat anak ini.

‘’Wah setuju sekali Prof. Dalam Nina Nugroho Store, kalau kami mencari karyawan memang mencari orang-orang dengan karakter yang disebutkan Prof Meta tadi. Pun dalam mendidik anak, yang saya utamakan bagaimana anak-anak ini bisa berterimakasih, meminta maaf dan hormat pada orang tua. Itu dulu, sebelum masalah akademis nya,’’ timpal Nina yang juga memiliki empat anak ini.

Sayangnya, lanjut Prof Meta, tidak banyak mahasiswa yang memiliki karakter yang disebutkannya tadi. Dalam pengalamannya mengajar di kampusnya, ia menemukan sejumlah mahasiswa yang tidak cukup memiliki etika ketika berhadapan baik dengan dosen maupun karyawan di lingkungan kampus.

‘’Contoh kecil, ada dua mahasiswa, sama-sama menanyakan apakah saya ke kampus hari ini. Yang satu mengirim pesan ‘ibu ke kampus hari ini?’, yang lain mengirim pesan panjang, maaf ibu saya mengganggu, semoga ibu sehat saja dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Perkenalkan nama saya si A, mahasiswa ibu Angkatan sekian dan saya mengambil mata kuliah X. Maaf bu, bolehkan saya bertanya apakah ibu ke kampus hari ini? Inti pertanyaannya sama, tetapi secara etika sangat jauh nilainya,’’ cerita Prof Meta.

Ia kemudian memberikan contoh lain. Ketika seorang mahasiswa ditegur cleaning service karena membuang sampah sembarangan, sang mahasiswa lalu menjawab ‘buang sampah kan tugas kamu’.
‘’Kok bisa ya, ada mahasiswa berbicara seperti itu? Kan menyakiti hati itu. Itu baru beberapa contoh. Contoh lain banyak sekali,’’ ungkap Prof Meta.

Ia kemudian menyoroti pentingnya kolaborasi antara orangtua dan pihak kampus dalam membentuk karakter mahasiswa ini. Orangtua sering menganggap, karena sudah berstatus sebagai mahasiswa, sehingga dilepas begitu saja. Padahal sesungguhnya semasa kuliah pun, mahasiswa mengalami banyak kendala yang membutuhkan bantuan orangtua.

‘’Dalam membentuk karakter anak, sebaiknya tidak terlalu banyak menasehati anak, melainkan memberikan contoh langsung. Mengajak anak untuk melihat kondisi sekitarnya, dengan begitu akan timbul empati. Begitu juga dengan menceritakan kisah-kisah sukses, tidak membandingkan, tetapi memberikan motivasi,’’ tuturnya.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga