Inilah Febrian Nurvianti, Hijaber Luxury Place Reviewer Pertama di Indonesia

Jakarta, Akuratnews.com - Menjalani kehidupan sebagai wanita karir tentu tidak mudah karena akan dihadapkan pada sejumlah kesibukan. Apalagi ketika sudah berumah tangga dan memiliki buah hati, di sini kepiawaian mengatur waktu diuji.

Hal inilah yang dihadapi entrepreneur dan konten kreator asal Bali, Febrian Nurvianti. Sebagai seorang wanita karir, perempuan yang akrab disapa Gegfia ini harus bisa membagi porsi waktu sebagai istri, ibu, konten kreator dan pebisnis.

Sebelum menjalani kesibukan kerja, Gegfia melakukan tugas sebagai seorang istri dan ibu seperti menyiapkan makanan dan segala macamnya. Beruntungnya, ia memiliki suami yang suportif sehingga kegiatannya berjalan dengan baik.

"Bagi waktu susah-susah gampang, kadang bangun tidur itu udah bagi-bagi waktunya nggak gampang. Jadi, ya, untungnya ada suami saya bantu mau mengerti dan full support banget," kata Gegfia, baru-baru ini.

Sebagai suami yang berpengalaman di dunia entertainment, sangat membantu Gegfia dalam bekerja. Baginya, sang suami adalah mentor di belakang kesuksesannya.

"Karena suami dulu di dunia entertain jadi dia punya pengalaman. Dia yang ngebranding saya harus begini begitu, dia juga termasuk konseptor dan fotografer kalau lagi kerja," lanjutnya.

Selain sebagai pebisnis, Gegfia sendiri saat ini berkarir sebagai konten kreator travel, fashion dan lifestyle. Ia berfokus menjadi konten kreator travel tempat-tempat luxury yang ada di Indonesia seperti hotel, resort, villa, resto dan lainnya.

Jebolan ajang World Muslimah 2013 ini menggeluti dunia konten kreator sejak 2014 silam. World Muslimah sendiri merupakan kontes pageant dunia yang kontestannya adalah khusus perempuan berhijab di seluruh dunia. Saat mengikuti ajang tersebut, Gegfia berhasil masuk 10 besar dan menyandang sebagai World Muslimah Favorite.

Sejak saat itu, followers dan tawaran endorse mulai berdatangan. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak hijaber fashion yang bermunculan. Hanya saja, ia memperhatikan kiblat para hijabers fashion itu rata-rata sama.

Agar tak sama dengan lainnya, Gegfia ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Dari situ muncul ide sebagai hijaber luxury place reviewer dengan style review ala Gegfia sendiri, sesuai dengan yang terpampang di akun Instagram-nya @gegfia.

Karakteristik itu membuat ia menjadi konten kreator travel hijaber pertama yang fokus mereview hotel-hotel luxury dan bintang lima di Indonesia. Dalam hal fashion juga, Gegfia tampil beda dengan look yang edgy, muda dan feminin dengan ciri khas hijab turban.

Sejauh ini, Gegfia sudah mereview lebih dari 100 luxury place yang ada di Indonesia dan negara tetangga yang ia promosikan melalui akun Instagram-nya.

"Saya sejak 2015 juga sudah kerjasama dengan hotel-hotel, villa dan resort di Bali yang masuknya, sih, luxury dan bintang lima. Sejauh ini saya udah ngunjungin lebih dari 100 tempat di seluruh Indonesia, terutama di Bali," ujarnya.

Sebagai seorang konten kreator travel, alumni Universitas Brawijaya ini ingin membantu memperkenalkan pada dunia tempat pariwisata dan penginapan mewah yang ada di Indonesia.

"Kemarin juga bulan Februari ada kerjasama dengan beberapa hotel untuk bantu bangkitin pariwisata. Jadi kemarin saya sebulanan di Bali full kolaborasi sama hotel-hotel di bali untuk meningkatkan lagi pariwisata, tapi tetap dengan protokol kesehatan," jelasnya.

Sebagai seorang konten kreator profesional, tentu ia telah kenyang dengan pengalaman tak enak. Ia harus menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu baru bisa menikmati hidangan yang disajikan, sehingga tak jarang makanan kadang sudah tak begitu sedap disantap.

"Foto panas-panasan segala macem. Tapi orang ngelihatnya enak, ya, foto-foto tapi kan ada enggak enaknya. Kadang di kolam renang itu bisa berjam-jam dari pagi sampai siang. Juga ngorbanin waktu sama keluarga. Enaknya tentu ada, kita bisa nikmatin tempat-tempat yang orang mungkin belum tentu bisa ke sana," terang ibu satu anak ini.

Tak jarang ia pun membawa buah hatinya saat bekerja agar tetap terjaga hubungan ibu dan anak. Sisa waktu setelah bekerja, ia gunakan untuk quality time bersama keluarga.

"Rata-rata keluarga diajak, saya bawa ART satu buat jagain anak saya kan masih tiga tahun. Satu hotel paling lama tiga hari itu, satu hari full untuk buat konten setelahnya baru bisa nikmatin waktu sama keluarga," lanjutnya.

Belum lagi saat ia berada dalam situasi yang sedang tidak baik-baik saja dengan suaminya, mereka harus tetap profesional menjalankan pekerjaan. Gegfia sendiri tetap berusaha menjaga mood agar tetap terlihat ceria di depan kamera.

"Kadang lucunya, orang lihat seru ya romantis terus sama suami. Tapi ada, lho nggak enaknya. Pada saat kami bikin konten bareng, dipaksa di depan kamera kita terus smile dan menjaga mood yang bagus padahal saat itu kami berantem. Ya, berantemnya nggak lama. Bagaimanapun harus profesional karena saya harus mewakili nilai hotel," lanjutnya lagi.

Bila sedang banyak kerjasama, dalam sebulan Gegfia bisa mereview 12 tempat di Bali. Sebab, banyak Bali merupakan pulau yang dikenal oleh internasional sehingga banyak penginapan yang butuh direview.

"Kalau di Bali itu banyak banget konten kreator bule sampai mendunia. Saya lihat rata-rata klien hotel-hotel itu terimanya bule dan nggak berhijab. Ternyata saya pun sebagai kreator hijab juga bisa diterima. Jadi nggak mustahil berhijab juga bisa jadi konten kreator travel," katanya.

Gegfia menambahkan, sebagai konten kreator profesional harus bisa menempatkan diri dan membuat konten yang berkualitas. Sebab ia sadar membawa nama hotel yang direview sehingga membuat konten yang bermutu sehingga klien puas dan pesan sampai ke sasaran.

Gegfia berharap dengan kerja kerasnya selama ini, ia menjadi konten kreator yang berpengaruh bagi negara dan masyarakat.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga