Inilah Keinginan Terbaru Kreditur PT Hanson International

Jakarta, Akuratnews.com - Sejumlah kreditur PT Hanson International Tbk mendesak agar tim kurator PT Hanson International Tbk diganti.

Para kreditur ini menilai kurator diduga tidak independen dan memiliki keinginan jika PT Hanson dalam keadaan pailit.

"Ini terlihat dari tindakan mereka yang menyalahgunakan kewenangannya lewat upaya staf kurator yang melaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran menduga penagihan Koperasi Hanson Mitra Mandiri kepada PT Hanson sebagai surat palsu," ujar kuasa hukum PT Hanson International Tbk, Bob Hasan di Jakarta, Kamis (20/11).

Ditambahkan Bob, kurator juga diduga menolak proposal perdamaian, menandatangani DPT lewat staf kurator dan diduga sengaja menunda jadwal persidangan Rapat Kreditur Lanjutan.

"Intinya kami ingin majelis hakim PN Niaga mengganti kurator dan jika terus memaksa PT Hanson pailit, maka hal tersebut melawan hukum dan harus dikenakan sanksi," tegas kuasa hukum kreditur PT Hanson, Effendy Nurlete.

Ditambahkan Bob, sebenarnya di Pasal 144 sampai Pasal 147 UU PKPU dan Kepailitan telah mengisyaratkan Kepailitan yang disebabkan oleh hasil voting dapat mengajukan proposal perdamaian.

"Pada saat voting pro damai, jumlah kreditur melebihi 50 persen + 1, dan Jumlah Hak Tagih tidak sampai 2/3 walaupum yang pro damai Iebih tinggi; Namun karena tidak kuorum Hak Tagih 2/3 maka menyebabkan PT Hanson ‘Dalam Pailit'," beber Bob.

Lanjutnya, di tanggal 14 September 2020, Proposal Perdamaian telah diajukan dan menyebabkan kondisi PT Hanson dalam Pailit verstatus Solven (Awal Rapat Pencocokan Hutang).

"Namun setelah Rapat Pencocokan Hutang telah berakhir, kurator secara tiba-tiba menolak Proposal Perdamaian pada Oktober 2020, yang pada akhimya Hakim Pengawas meminta dihadirkan Saksi Ahli

"Namun sampai satu bulan, yakni tanggal 18 November 2020, Pemeriksaan Saksi Ahli belum juga terjadwal. Kurator dengan sengaja menunda-nunda kondisi kelanjutannya sehingga mengakibatkan tidak adanya kepastian hukum. Bahkan sampai sekarang belum juga terjadi Pelaporan DPT ke Panitera PN Niaga oleh kurator. Inilah yang membuat kami menduga kurator tidak independen dan menginginkan PT Hanson pailit," pungkas Bob.

Pada Jumat (21/11), sejumlah kreditur mendatangi PN Niaga untuk menyampaikan aspirasinya itu.

Untuk diketahui, PT  Hanson International Tbk dinyatakan pailit per 28 Agustus 2020 lalu. Putusan pailit diputus berdasarkan sidang Majelis Hakim Pemeriksa Perkara PKPU Perseroan di PN Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 12 Agustus 2020. Sidang tersebut telah menyatakan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Hanson serta memutuskan pailit.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga