Inilah Lima WNI Jamaah Haji 2020

Makkah, Akuratnews.com - Ibadah haji 2020 dilakukan dengan pembatasan jumlah jamaah oleh Pemerintah Arab Saudi.

Di tengah pandemi Covid-19 ini jamaah haji 2020 dibatasi hanya dari berbagai daerah di Arab Saudi. Mereka terdiri dari 30 persen warga lokal Saudi dari unsur tenaga kesehatan dan tenaga keamanan yang pernah tertular Corona dan telah sembuh.

Sedangkan sisa 70 persen jemaah berasal dari warga negara asing yang menetap di Saudi alias ekspatriat.

Dari sejumlah ekspatriat tersebut, terdapat lima orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang atas izin Allah SWT, beruntung bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali menjelaskan, dari 1.000 jamaah haji yang menunaikan ibadah haji tahun ini, ada lima WNI.

“Ada lima warga negara Indonesia yang mendapatkan izin menunaikan ibadah haji tahun ini,” ujar Endang, Selasa (28/7/) lalu.

Lima orang WNI itu, dikatakan Endang adalah ekspatriat dari Indonesia yang berasal dari Kota Yanbu, Madinah, Riyadh, masing-masing satu jamaah.

Sementara dua WNI lainnya merupakan ekspatriat dari Jeddah.

"Profesi mereka ada yang perawat, dokter, juga guru Sekolah Indonesia di Riyadh (SIR),” pungkas Endang.

Sementara itu, hari ini jamaah haji 2020 melangsungkan wukuf di Arafah bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1441 Hijriah.

Pada Rabu (28/7), jeamaah telah memulai rangkaian ibadah haji dengan melakukan tawaf qudum (pembuka). Sejumlah jamaah juga telah melakukan sa'i, yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwah.

Protokol kesehatan tampak diterapkan secara ketat, baik saat tawaf maupun sa'i seperti memakai masker dan menjaga jarak. Terlihat para jemaah berjalan mengikuti stiker atau tanda pembatas yang telah dipasang sebelumnnya.

Mereka kemudian menuju Mina untuk menghabiskan hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) dengan berbagai amal ibadah hingga pagi.

Selanjutnya, jamaah haji akan bergerak menuju Arafah pada Kamis pagi (9 Dzulhijjah) untuk melakukan wukuf yang dimulai setelah zuhur.

Saat melangsungkan wukuf di Arafah, jamaah akan mendengarkan khobah dalam berbagai bahasa sebagai penanda puncak haji. Jamaah juga disunnahkan memperbanyak doa dan dzikir selama di Arafah.

Setelah matahari terbenam, jemaah akan menuju ke Muzdalifah untuk menghabiskan malam di sana sebelum kembali ke Mina untuk melangsungkan lempar jumrah.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga