Inilah Titik Geser Jokowi Pada Masa Pancaroba

Jakarta, Akuratnews.com - Unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah yang semakin meluas belakangan ini dibaca oleh sebagaian pihak sebagai fenomena jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mengalami krisis kepercayaan (defisit trust).

Ada sejumlah titik pergeseran yang dianalisis sebagai sebuah langkah yang sebenarnya tak perlu dilakukan sehingga terjadilah krisis kepercayaan tersebut.

Namun, hal itu masih bisa diatasi apabila mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mampu membalikkan situasi dengan membangun kredibilitas, sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik, dan dapat menunjukkan keberpihakannya tegas pada rakyat

"Untuk mengembalikan kondisi menjadi kondusif saya gunakan istilah Trisula, yakni, kredibilitas, trust, dan keberpihakan. Pak Jokowi masih ada kesempatan untuk menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang peduli pada rakyat kalau ia mampu memperlihatkan kredibilitasnya, sehingga ia dapat kembali dipercaya masyarakat dengan membuktikan kebijakan yang dibuatnya secara nyata memang berpihak pada rakyat," ujar ekonom senior, Rizal Ramli, Jumat (26/9).

Kredibilitas, menurut mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu adalah sikap Presiden Jokowi yang tegas dalam menindak para bawahannya yang telah mengkhianati rakyat.

"Selama ini kredibitas Pak Jokowi rusak, sebagian besar, akibat ulah para orang di sekitarnya. Sikap orang-orang di sekitarnya telah mendegradasi Jokowi, karena terlalu mengutamakan kepentingan bisnis dan kelompoknya ketimbang kepentingan rakyat banyak," tutur Rizal.

Misal, sebutnya, dalam bidang hukum kredibilitas Jokowi rusak akibat adanya pejabat yang mempermainkan hukum demi kepentingan dirinya atau membela kelompoknya.

"Kita bisa lihat banyak kasus hukum yang mandek karena terkait dengan kepentingan dari kelompok politik di sekitar Pak Jokowi," tutur Rizal Ramli.

Dalam bidang ekonomi, menurut Rizal, Jokowi harus tegas menolak masukan dari para bawahannya yang membela kepentingan asing dan sibuk mengutamakan kepentingan bisnisnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Rianz
Editor: Ahmad Ahyar

Baca Juga