Insiden Pohon Tumbang Timpa Pajero Sport, Dua Saksi Diperiksa Polisi

Pajero Sport saat tertumpa pohon tumbang di Jalan Kalimulya Depok, Minghu,(26/9)
Pajero Sport saat tertumpa pohon tumbang di Jalan Kalimulya Depok, Minghu,(26/9)

AKURATNEWS.COM- Polisi Sektor (Polsek) Sukmajaya Depok lakukan pemeriksaan dua orang saksi terkait pohon tumbang yang menimpa satu unit mobil merk Pejero Sport di Jalan Raya Kalimulya Kota Depok Minggu,(26/9) lalu.

Diperiksanya dua orang saksi yang merupakan pekerja proyek milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu dibenarkan kedua belah pihak yakni, Polsek Sukmajaya dan pekerja proyek.

Kapolsek Sukmajaya AKP Syafri Wasdar mengatakan jika pihaknya memang telah meminta keterangan kepada dua orang saksi dari pigak pekerja proyek pasca kejadian pohon tumbang tersebut.

"Kami memang telah mengundang pihak pekerja proyek untuk dimintai keteranganya di Polsek atas kejadian itu", kata AKP Syafri, Rabu,(29/9).

Menurutnya, sejauh ini dua orang yang sudah diminta keterangan yaitu, dari pihak pekerja proyek. Keduanya diperiksa sebagai saksi dari insiden kejadian pohon tumbang itu.

Sejauh ini pihak Polsek Sukmajaya tidak menemukan unsur pidana atas kejadian pohon tumbang itu.

"Faktor alam dan kondisi pohon yang tidqk baik karena disekitar lokasi ada banyak pohon dan yang lain tidak ditemukan kejadian pohon roboh", kata Syafri.

Sementara, pelaksana proyek Sigit, mengaku jika dirinya dan mandor proyek diminta datang ke kantor Polsek Sukmajaya pasca kejadian pohon tumbang.

Sigit mengatakan jika dia mendapat banyak pertanyaan saat berad di kntor Polsek Sukmajaya Minggu 26 September 2021 malam.

"Iya, waktu itu saya dapat banyak pertanyaan dari polisi waktu di Polsek. Kalau ngak salah sekitar 25 pertanyaan", ujar Sigit.

Dia mengaku, dilokasi proyek pekerja tidak memotong akar pohon yang tumbang saat hujan deras. "Akar pohon memang ngak ada yang kepotong saat galian saluran karena akar pohon emang ngak ada di tanah yang digali", katanya.

Sejauh ini, kata Sigit, pihaknya masih belum bertemu dengan para korban dari kejaduan pohon tumbang tersebut.

"Kalo sama korban, saya masih belum bertemu karna ngak tahu tempat tinggalnya", katanya.

Insiden pohon tumbang itu membuat mobil Mitsubishi Pajero dengan nomor polisi B 1257 ELR milik Sudarto rusak parah dan mengangap kejadian itu bukan karena musibah.

Sudarto meminta pertanggung jawaban pemerintah karena adanya proyek penggalian gorong-gorong dari pemerintah Provinsi Jawa Barat di sekitar pohon tumbang.

Penggalian tanah sedalam lebih dari 1 meter di sekitar proyek gorong-gorong membuat akar pohon banyak yang dipotong sehingga tampak rapuh.

"Ini kan bukan musibah karena tidak ada hujan dan angin saat pohon tumbang. Ini murni kesalahan dari pengawas proyek yang tidak memperhitungkan faktor resiko," ujarnya.

Seperti diketahui, pohon tumbang yang menimpa satu unit mobil berisi tiga orang di dalamnya tidak menimbulkan korban jiwa. Kondisi mobil alami rusak berat dibagian depan dan penumpangnya hanya alami luka ringan.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga