Intai Bandar Narkoba, BNN Berencana Gunakan Drone

Ilustrasi BNN

Jakarta, Akuratnews.com - Peredaran narkoba di lapas menjadi pekerjaan besar pemerintah. Di samping memberantas penyelundupan narkoba dan peredaran di masyarakat, pemerintah dihadapkan pada persoalan serius, yakni bagaimana memberantas atau mematikan bisnis narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Berbagai cara terus dilakukan untuk mengungkap peredaran dan pengendalian narkoba di lapas. Bahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana menggunakan alat canggih, yakni drone atau pesawat nirawak dalam melakukan pemberantasan narkoba, terutama di lapas.

Aryo Maulana, salah seorang penggiat antinarkoba yang juga Ketua Yayasan Generasi Indonesia Mas ( YGIM) mendukung penuh rencana tersebut sebagai upaya pemberantasan narkoba di lapas.

"Saya yakin dalam pemberantasan narkoba BNN sudah memiliki teknologi sendiri, tetapi mungkin teknologinya yang yang dimilki BNN belum secanggih yang dimiliki oleh para bandar narkoba. Karena itu saya sangat mendukung penuh rencana BNN untuk pengadaan dronecanggih serta mengungkap peredaran gelap narkoba di lapas-lapas yang terus menjadi polemik," ujar Aryo yang juga penggagas Rehab Plus Apps, di Jakarta, Kamis (13/09/2018).

Dikatakan, sudah menjadi rahasia umum bahwa di lapas dan rumah tahanan (rutan) menjadi tempat transaksi narkotika dan obat-obatan terlarang. Hal ini berulang kali disampaikan oleh Kepala BNN Heru Winarko.

"Lapas ternyata menjadi pusat pengendali peredaran narkoba di Tanah Air. Para bandar yang menjadi terpidana kasus narkoba justru lebih leluasa menjalankan bisnis haramnya dari balik jeruji besi," urai Aryo dalam keterangan tertulis.

Lapas, ujar Aryo, yang seharusnya menjadi tempat penghukuman dan pembinaan bagi para narapidana, justru menjadi zona nyaman untuk melanjutkan aksi kejahatannya.

"Razia di lapas yang dilakukan berulang kali dalam upaya membuktikan para narapidana menyimpan dan mengonsumsi narkoba. Tak hanya itu, pabrik narkoba juga ditemukan di dalam lapas. Fakta ini secara telak menunjukkan adanya kelemahan besar dalam pola pengawasan dan pembinaan di lapas," ungkapnya. (Red)

Penulis:

Baca Juga