Intimidasi Saksi Korban, Terdakwa Pencabulan Siswi SPI Ditahan

Kajati Jatim, Mia Amiati

AKURATNEWS - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, akhirnya melakukan penahanan terhada JE (45), terdakwa kasus pencabulan terhadap siswi Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) kota Batu.

Diakui Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati, penahanan baru dilaksanakan pada hari ini Senin (11/7/22). Setelah terbitnya surat penetapan melakukan penahanan oleh Majelis Hakim.

“Perlu kami luruskan bahwa, tidak ditahannya terdakwa (JE) bukan adanya tebang pilih. Tapi kewenangan penahanan bukan ada pada kami, namun itu kewenangan majelis hakim,” terang Mia, saat ditemui di kantornya.

“Bahkan pada saat persidangan JPU mengalami kesulitan untuk menghadirkan saksi, karena adanya intimidasi dari terdakwa. Maka kami memberi petunjuk kepada JPU untuk bersurat meminta dikeluarkannya penetapan penahanan dengan jenis tahanan rutan. Namun hal tersebut tidak diakomodir oleh majelis hakim. Baru hari ini surat itu terbit,” imbuhnya.

Terkait tidak ditahannya JE saat pelimpahan dari penyidik Polda Jatim kepada Kejati, Mia beralasan karena saat itu terdakwa bersikap kooperatif.

“Terdakwa tidak ditahan oleh penyidik, kemudian saat dilimpahkan ke kejaksaan juga tidak dilakukan penahanan, karena dianggap kooperatif. Dan usai dilakukan setelah tahap 2 langsung dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Malang,” kata Mia.

Tetapi lanjut Mia, saat berlangsungnya persidangan, JE beberapa kali berulah dengan mengintimidasi saksi-saksi korban yang berjumlah 9 orang.

Secara spesifik Mia mengungkapkan, intimidasi yang dilakukan oleh JE adalah melalui pesan whatsapp dan dengan membujuk keluarga korban, agar tidak bersaksi di persidangan.

“Sehingga ada orangtua korban yang tiba-tiba datang, dan mengatakan mereka tidak perlu lagi ke persidangan dan mencabut sebua kesaksiannya,” ungkap Kajati.

Penangkapan terhadap JE sendiri di lakukan di rumahnya, yang berada di perumahan Citraland. Kemudia setelah berkas administrasi lengkap, terdakwa langsung ditahan di Lapas Lowokwaru Malang.

JE dijadwalkan akan kembali menjalani persidangan di PN Malang dengan agenda tuntutan, pada Rabu (20/7/22) mendatang.

Penulis: Morris

Baca Juga