Intoleransi Masih Marak, MCM Tak Segan Turun Tangan

Jakarta, Akuratnews.com - Mencuatnya sikap intoleransi di Bantul, Yogyakarta yang mencuat setelah viralnya diskriminasi yang dialami Slamet Jumiarto (42), seorang pelukis  yang beragama Katolik di Dusun Karet, Desa Pleret, Bantul bukanlah kali pertama terjadi.

Kasus-kasus serupa ditengarai masih banyak terjadi di sejumlah daerah di tanah air.

"Intoleransi masih terjadi dimana-mana, tidak hanya di Yogyakarta. Tindak saja dengan hukum yang berlaku," tegas Ketua Dewan Penasehat Masyarakat Cinta Masjid (MCM), Wiranto usai hadir di acara Rapimnas dan Pengukuhan 13 DPW MCM di Jakarta, Sabtu (6/4).

Hal inilah, lanjut Wiranto yang juga Menkopolhukam ini sebagai sebuah hal yang coba terus dibenahi pemerintah saat agar tak lagi berulang.

Sikap intoleransi warga Dusun Karet ini bahkan disebut Ketua Umum MCM, Wishnu Dewanto sebagai hal yang tidak dikenal dalam hukum dan Undang-undang di Indonesia.

"Kebebasan beragama dijamin dan dilindungi oleh hukum dan Undang-undang," tegas Wishnu.

MCM dikatakannya, tak segan untuk turun langsung melakukan edukasi dan advokasi jika kasus seperti ini terjadi lagi. Ini yang disebut Ketua Dewan Pembina MCM sebagai langkah konkrit," tandasnya.

Ketua Dewan Pembina MCM, Budi Karya Sumadi usai mengukuhkan 12 DPW MCM berpesan agar pengurus DPW yang baru dikukuhkan bisa berkontibusi nyata.

"Harus ada yang dilakukan oleh pengurus wilayah. Kalau kita bisa berkontribusi lima sampai 10 persen saja, yang penting konkrit," ujar Budi Karya.

Dalam kesempatan ini, pengurus pusat MCM mengukuhkan 13 DPW MCM Indonesia.

Ke-13 DPW itu masing-masing Aceh, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga