Instruksi Hari Pasar Diganti, Langsung Dikritisi Pak Legislator Ini

Anggota DPRD Kab Bartim Wahyudin Noor SP MP; "Pemindahan har pasar mengubah tatanan sosial yang sudah berjalan dari dulu" (foto; ist)
Anggota DPRD Kab Bartim Wahyudin Noor SP MP; "Pemindahan har pasar mengubah tatanan sosial yang sudah berjalan dari dulu" (foto; ist)

AKURATNEWS – Sejumlah pedagang pasar di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, juga perwakilan pedagang mingguan yang bahkan di antaranya datang dari luar kabupaten bahkan provinsi, ‘menggeruduk’ rumah anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, Wahyudin Noor SP MP, siang tadi (Jumat, 7/1).

Namun kawanan pedagang tersebut, bukannya hendak mendemo apalagi menyerang Wahyudin. Mereka justru mengadukan permasalahan yang menurut mereka sangat krusial. Yaitu instruksi pemindahan hari pasar Ampah, dari hari Jumat ke hari Senin. Kepada wakil rakyat inilah, mereka merasa tepat menyalurkan aspirasi mereka. Lantaran sebelum duduk jadi anggota dewan, Ketua DPC PKB Kab Bartim itu pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pedagang PasarAmpah.

“Ketika hari pasar dirubah, rotasi jadwal pedagang jelas terimbas. Karena mereka sudah terbiasa dengan hari yang sudah ditetapkan secara turun temurun. Misalnya, hari Jumat di Ampah, maka besoknya hari Sabtu,mungkin di Patas, Kab Barito Selatan, lalu barangkali minggu di Kelua,Kab Tabalong-Kalimantan Selatan, begitu seterusnya. Kalau alasannya soal kepadatan lalu lintas, maka penataan yang lebih ekstralah yang dibutuhkan. Saya nggak tahu, apa ada sesuatu di balik ini,” papar Wahyudin, ketika dikonfirmasi lewat telepon.

Wahyudin memaparkan juga, bahwa banyak aspek terkait dalam hari pasar ini. Seperti aspek sosial, budaya dan ekonomi. “Aspek budaya, misalnya, karena penetapan hari pasar yangsudah turun temurun ini adalah sebuah kearifan lokal. Dan aspek ekonominya, karena ada mata rantai saling berkaitan di situ.Seperti jasa tukang angkut barang lewat gerobak, penarik becak, dan sebagainya. Jadi, sebelum memindah, harus melalui kajian yang matang dulu,” ujarnya, seraya menambahkan dalamwaktu dekat pihaknya akan meminta keterangan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kab Bartim.

Masalah bermula, setelah Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, melayangkan surat dengan Nomor: 510/ 686/ Disdagkopukm.II/ 2021, yang menyatakan bahwa setelah dilakukan sosialisasi sejak Desember 2021 lalu, terhitung per 3 Januari 2022, jadwal hari pasar di Tamiang Layang dan Ampah, secara resmi dirubah.

“Pedagang mingguan yang biasa berjualan di Pasar Beringin Ampah, dipersilakan menggelar dagangan tiap hari Senin. Jadi, tidakdiijinkan lagi di hari Jumat. Sedangkan di Pasar Temanggoeng Djajakarti Tamiang Layang, diperkenankan berdagang tiap hari selama masih di area pasar,” kata Plt KadisdagkopUKM Kab Bartim Kariano SE dalam surat tersebut.

Dan sontak seketika, polemik pun muncul. Ada yang mendukung, ada yang pasrah tak tahu harus berbuat apa, tapi banyak yang menentang dan meminta agar pemindahan dipertimbangkan ulang. Seperti yang dilakukan para perwakilan pedagang tadi.***

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga