Investasi Proyek Depo Minyak Batam, Ini Penjelasan KTS Development

Jakarta, Akuratnews.com - Sinomart KTS Development Ltd (Sinomart) beberapa waktu belakangan beredar di dunia media terkait proyek investasi depo minyak di wilayah Batam Kepulauan Riau. Terkait dengan pemberitaan yang sebagian telah menyudutkan, pigak Sinomart melalui kuasa hukumnya memberikan klarifikasi klausul latar belakang kasus tersebut mendera kliennya.

Dalam penjelasannya Sinomart KTS Development LTD Johnson Panjaitan S.H., menjelaskan kasus yang mendera Sinomart, yang memiliki saham mayoritas (95%) dan sudah membayar uang sewa selama 50 tahun, ternyata mendapat berbagai macam halangan untuk berinvestasi dan melakukan pembangunan Proyek di Indonesia.

"Halangan-halangan tersebut, ironisnya, justru dilakukan oleh para mitra bisnisnya di Indonesia yang sebenarnya sudah menerima pembayaran di muka tersebut," ujarnya kepada awak media di Jakarta, (9/3).

Lebih jauh, dia memaparkan Sinopec sebagai perusahaan minyak dan petrochemical terbesar di dunia yang telah menanamkan investasi di Indonesia berencana membangun dan mengoperasikan Proyek depo minyak di Batam, KepuIauan Riau, Indonesia dengan total nilai proyek sebesar USS 841000.000 atau kurang lebih 12 triliun rupiah.

Sebagai bukti keseriusan Sinopec untuk berinvestasi di Indonesia, telah melaksanakan berbagai macam studi kelayakan dan negosiasi-negosiasi mendetil yang didukung penuh oleh pemerintah Indonesia dan Tiongkok.

Selanjutnya, pada bulan Oktober 2012, Sinopec melalui anak perusahaannya yaitu Sinomart, menandatangani perjanjian-perjanjian untuk melaksanakan Proyek melalui PT West Point Terminal yang berkedudukan di Batam dengan menandatangani perjanjian perjanjian dengan dua perusahaan yang saling terafiliasi, yaitu PT Batam Sentralindo dan PT Mas Capital Trust. Dimana PT Mas Capital Trust adalah pemegang saham minoritas dimana kepemilikan saham sebesar 5% di PT West Point Terminal dan sisanya sebesar 95% dikuasai oleh Sinomart sebagai pemegang saham mayoritas.

"Investasi awal yang telah dikucurkan oleh Sinomart melalui PT West Point Terminal, adalah menyewa Iahan yang yang dikuasai oleh PT Batam Sentralindo dengan nilai sebesar kurang lebih SGD 100.000.000 atau sekitar 1 triliun Rupiah untuk jangka waktu 50 tahun dan dibayar di muka," ungkapnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga