oleh

Investor Lakukan Window Dressing, Incar Saham Diskonan

Jakarta, Akuratnews.com – Selain Santa’s Rally, yang lazim dilakukan pada akhir tahun adalah Window Dressing. Aksi window dressing biasanya dilakukan dengan memasukkan saham-saham ke dalam portofolio dan kemudian menaikkan harganya hingga batas waktu pergantian periode, dalam hal ini batas tahunan.

Saham-saham yang masuk ke dalam Indeks LQ-45 biasanya dianggap saham bagus di pasar sehingga menjadi sasaran dari investor dari berbagai kalangan, baik institusi maupun ritel, sehingga memiliki probabilitas lebih tinggi diburu pelaku pasar dibandingkan saham lain.

Selain itu, saham blue chip juga biasanya memiliki tren kenaikan tahunan yang meningkat dibandingkan dengan saham lain sehingga memiliki rekam jejak yang positif di dalam portofolio saham investor.

Dalam Indek LQ-45, setidaknya 36 saham berpotensi menjadi sasaran aksi mempercantik portofolio di akhir tahun. Diskon harga yang sudah telalu dalam jadi salah satu pertimbangan untuk melakukan akumulasi pada saham-saham tersebut sebelum penutupan tahun lalu.

Harga ke-36 saham yang masuk ke dalam indeks saham paling likuid atau LQ 45 yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia masih di bawah harga penutupan 2017. Ke-36 saham tesebut ada tujuh perusahaan yang terkoreksi lebih dari 30% dari harga penutupan tahun lalu.

Ketujuh perusahaan tersebut adalah PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Indika Energy Tbk (INDY). Saham lain adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang terkoreksi 45,9% dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang berselisih 52,5%.

Di sisi lain, sebanyak sembilan saham yang sudah melebihi harga penutupan 2017 adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Perusahaam lain adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (LH)

Komentar

News Feed