IPW Desak Kapolri Usut Dugaan Hilangnya BB 11 Kg Sabu

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane

Surabaya, Akuratnews.com - Kasus dugaan hilangnya barang bukti 11 kg sabu mendapat tanggapan dari Indonesia Police Watch (IPW)

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, barang bukti 11 kg sabu di Surabaya perlu diusut Mabes Polri, sehingga bisa diketahui secara persis hilangnya ke mana.

"Barang bukti itu hilang di lingkungan kepolisian, kejaksaan atau dimana. Kasus hilangnya barang bukti sabu sebanyak 11 kg itu menunjukkan adanya mafia pengutil barang bukti di lingkungan aparatur penegak hukum yg membuat barang bukti tidak aman," kata Neta melalui pesan aplikasi Whatsapp (WA).

IPW mendesak Kapolri agar memerintahkan Kabareskrim mengusut kasus hilangnya barang bukti sabu ini.

"Kasus ini tidak boleh dibiarkan. Tikus tikus pengutil barang bukti sabu harus diseret ke pengadilan. Jika tidak kasus narkoba akan terus berkembang biak di negeri ini karena oknum aparat penegak hukumnya menjadi tikus tikus yg bermain di balik bisnis ilegal narkoba," pungkas Neta.

Hilangnya barang bukti sabu 11 kg itu terungkap dalam sidang terhadap Agus Hariyanto, kurir narkoba asal Medan. Terkuaknya bahwa barang bukti sabu seberat 11 kg raib dalam persidangan ini mengejutkan banyak pihak.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU, Suparlan dari Kejari Surabaya, dinyatakan bahwa terdakwa Agus Hariyanto, pada Sabtu (5/9/2020) di Hotel Swiss Bell Medan, Sumatera Utara, bersama Riki Reinnaldo (tewas ditembak aparat) mendapat 35 bungkus sabu dalam kemasan teh asal China masing masing seberat 1 kg dari bandar Saepudin (DPO) untuk dibawa ke Jakarta dan Surabaya.

Barang bukti sabu yang dimasukan dalam dua koper tersebut, oleh terdakwa sebanyak 15 bungkus (15 kg) diserahkan kepada pengedar di Jakarta. Namun petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya yang telah memetakan keberadaannya, Senin (6/9/2020) terdakwa bersama dua rekannya yakni Nur Cholis (44) dan Riki Reinnnaldo (22) ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sukomanunggal, Surabaya.

Dalam pernyataannya pasca menembak mati kedua kurir rekan terdakwa Agus Hariyanto, AKBP Memo Ardian mengungkapkan, dua tersangka yang tewas saat digerebek di Hotel karena melawan petugas, Senin (21/9/2020) lalu.

"Berdasar penyelidikan, keduanya menginap di sebuah hotel. Setelah mengetahui lokasi dan kamar tempat para tersangka menginap, polisi lantas menggerebek hotel tersebut. Namun, mereka ternyata sudah menyiapkan peralatan untuk melawan. Mendadak, salah seorang bandar mengeluarkan parang dari dalam tas,” ungkap AKBP Memo dalam keterang pers lalu.

Karena berusaha melawan dan menyerang petugas menggunakan parang saat akan diamankan, kedua rekan terdakwa Nur Cholis (44) dan Riki Reinnaldo (22) diberi tindakan tegas dan tewas setelah dadanya diterjang timah panas.

Dari tangan ketiganya petugas menyita barang bukti sabu seberat 21 kg. Namun ternyata saat disidangkan barang bukti di pengadilan hanya 10 kg dan yg 11 kg lainnya raib entah kemana.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya saat dikonfirmasi wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/4/2021) terkait jumlah barang bukti yang dihadirkan dalam sidang, menyatakan sesuai dalam dakwaan.

"Barang bukti yang kami terima sesuai dalam dakwaan, sebanyak 10 bungkus yang dimasukan dalam kemasan Teh China," terang Suparlan.

Disinggung 11 kg sabu barang bukti yang raib tersebut, Suparlan mengaku mendapat limpahan sesuai dakwaan.

Penulis:

Baca Juga