oleh

ISIS Bertekad Terus Serang Kepentingan AS di Suriah Utara

Jakarta, Akuratnews.com – Kelompok militan ISIS berjanji akan terus menargetkan kepentingan Amerika dan pasukan-pasukan yang didukung Amerika di kota Manbij, Suriah bagian utara, di mana penyerang bunuh diri menewaskan empat orang Amerika dan lima tentara koalisi minggu ini.

Klaim yang diterbitkan dalam suratkabar online ISIS, Naba, muncul ketika para pejabat pertahanan dan intelijen Amerika bertanya-tanya apakah jaringan intelijen dan keamanan ISIS lebih luas dan masih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Serangan-serangan oleh pasukan Mujahidin di Manbij akan terus berlanjut sampai pemerintahan syariah kembali ke kawasan itu,” kata Naba.

Sasaran serangan sebelum ini termasuk pasukan koalisi dan para pejabat intelijen, kata laporan ISIS itu. Kendati klaim ISIS bahwa mereka bertanggung-jawab atas serangan hari Rabu di Manbij belum bisa dikukuhkan, pejabat kontra-teroris Amerika mengatakan, “Kami yakin klaim itu betul.”

Laporan situs ISIS itu juga memberikan rincian bagaimana para pejuang dan informan mereka terus memantau kegiatan pasukan Amerika di pangkalan-pangkalan mereka di sekitar Manbij, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan anggota pasukan Demokratik Suriah yang dibantu koalisi.

Meskipun pasukan yang didukung AS hampir mencapai kantong-kantong terakhir dari kekhalifahan ISIS di Suriah, kelompok teror itu tidak terpengaruh, malahan bersiap-siap untuk menyatakan kemenangan dan merebut kembali wilayah itu.

Penilaian serius Komando Pusat AS yang disampaikan kepada pimpinan inspektur jenderal untuk upaya AS di Irak dan Suriah, disampaikan hanya satu bulan lebih setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah, dan menyatakan perang melawan ISIS telah berakhir.

Namun jauh menyimpang dari penilaian Presiden Trump bahwa Amerika telah “mengalahkan mereka dan menghantam mereka dengan keras,” pejabat militer AS memperingatkan kelompok teror itu siap bangkit jika pasukan AS benar-benar meninggalkan Suriah.

“Tidak adanya tekanan kontraterorisme pada ISIS bisa membangkitkan kelompok itu di Suriah dalam enam hingga dua belas bulan mendatang dan merebut kembali wilayah tertentu” kata Komando Pusat AS kepada inspektur jenderal itu.”

ISIS bisa melakukan serangan oportunistik terhadap personel AS sewaktu mereka mundur namun akan menyebut peristiwa itu sebagai ‘kemenangan’ di medianya,” tambah Komando Pusat, yang selanjutnya memperingatkan kelompok teror itu “meregenerasi fungsi dan kemampuan utamanya” baik di Suriah maupun di Irak.

Komandan militer AS itu juga mengatakan ketidakmampuan pejabat Suriah dan Irak untuk menangani keluhan lama warga Sunni-Arab bisa membuat ISIS bahkan lebih kuat lagi. (Rio)

Loading...

Komentar

News Feed