Istiqomah Menjalankan Amanah di Tengah Wabah

Akuratnews.com - Wabah Covid-19 terus mengganas. Hingga saat ini masih menelan korban jiwa. Sudah lebih dari 300 orang positif, dan puluhan orang meninggal dunia. Kegelisahan pun masih menaungi masyarakat. Solusi social distancing masih terus dioptimalkan, sementara keputusan lockdown baru diambil di beberapa daerah dan belum disetujui pusat untuk keseluruhan.

Di tengah merebaknya wabah Covid-19, kita sebagai seorang muslim hendaknya meyakini bahwa wabah penyakit ini merupakan ujian dan peringatan bagi hamba hamba-Nya. Hal ini dapat kita lihat pada masa Rasulullah SAW saat terjadi wabah, Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa dari Ibnu 'Abdur Rahman Al Quraisy berkata, dari Abu An Nadhr dari 'Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash dari Usamah bin Zaid dia berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Tha'un (penyakit menular/wabah kolera) adalah suatu peringatan dari Allah Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.

Jika Allah sudah memberi peringatan, maka kita sebagai seorang hamba, seharusnya bersegera melaksanakan segala perintahNya dan menghentikan segala kemungkaran serta kedzaliman yang terjadi di muka bumi.
Setiap manusia memiliki amanah. Baik pria, wanita, muda ataupun tua. Seorang Istri dan seorang ibu memiliki amanah sebagai ummun wa rabbatul bayt yaitu pengurus rumah tangga. Maka di tengah wabah Covid-19 ini, amanah tersebut harus terus berjalan. Bahkan semakin bertambah karena saat ini ada kebijakan meliburkan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dirumah pun ibu harus senantiasa ekstra menjaga, mendidik, dan mengawasi anak-anaknya.

Seorang suami sebagai kepala keluarga memiliki amanah mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Di tengah wabah Covid-19 ini, amanah tersebut harus tetap berjalan sambil tetap waspada dan berupaya untuk mengambil langkah preventif penyebaran wabah Covid-19 dengan memakai masker, hand sanitizer, dan membatasi pergaulan dengan sesama.

Selain itu, kewajiban dan amanah kita sebagai seorang muslim adalah ammar ma'ruf nahi mungkar. Maka, di tengah kegentingan wabah Covid-19 yang mengancam jiwa ini, apakah kita harus berhenti menyerukan kebenaran? Tentu tidak. Aktivitas dakwah harus terus terlaksana. Beragam metode bisa kita tempuh untuk berdakwah. Di tengah wabah seperti ini, kita bisa mengoptimalkan dakwah lewat tulisan. (Dakwah bil Qolam).

Dakwah bil Qolam atau dakwah lewat tulisan mampu menjangkau sasaran secara luas, menyebar hingga pelosok dunia. Menulis akan membuat kita mampu mengemas apa yang sudah kita dengar dan kita ketahui. Maka ini akan menjadi kebaikan dan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri sekaligus bagi orang lain. Manusia itu memiliki sifat lemah, terbatas, dan mudah lupa. Maka hendaknya kita menuliskan setiap ilmu yang kita dapatkan. Karena menulis itu dapat mengikat ilmu. Allah SWT telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia yang memiliki sifat lupa ini.

Dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, beliau selalu berupaya mencerdaskan umat lewat baca-tulis. Dalam suatu peristiwa usai perang Badar, Nabi memberikan tawaran kebebasan kepada sebagian para tawanan dengan syarat mengajarkan baca-tulis kepada para sahabat dan anak-anaknya. Baca-tulis sebagai syarat kebebasan merupakan keputusan langka bahkan termasuk pertama kali yang pernah ada.

Hasilnya? Para sahabat menjadi gemar menulis. Mereka merasa bersalah jika tidak menulis wahyu atau hadist yang disampaikan oleh Nabi Muhammad. Bangsa Arab yang mengalami kemunduran di berbagai bidang kehidupan, pelan namun pasti, beranjak menjadi bangsa yang maju dan memiliki peradaban mulia.

Kemudian, selain itu, yang memiliki amanah lainnya adalah seorang pemimpin. Seorang pemimpin memikul amanah yang amat berat. Ia bertanggung jawab baik di dunia maupun di akhirat atas pengurusan seluruh rakyatnya. Di tengah kegelisahan rakyat atas merebaknya pandemi ini, pemerintah harus bertanggung jawab untuk melakukan langkah langkah konkret dan jitu untuk atasi wabah. Salah satunya adalah menjalankan langkah preventif yaitu menutup rapat pintu bagi Warga Negara Asing untuk memasuki negeri. Berpihak kepada rakyat secara nyata, tidak lalai dan abai terhadap pengurusan rakyatnya. Selain itu serius untuk mengobati korban positif Covid-19, secara materi dan moral. Dana negara sepenuhnya digunakan untuk mengurus segala kepentingan rakyatnya.

Dengan demikian, setiap individu hendaknya istiqomah untuk menjalankan amanahnya masing-masing. Meskipun wabah Covid-19 terus mengganas, yakinlah bahwa Allah SWT sebaik-baik penolong orang yang beriman dan bertakwa. Dan ingatlah bahwa pertolongan Allah amat dekat.

وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ

Allah adalah Pelindung orang-orang yang bertakwa (QS. Al-Jatsiyah: 19).

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
(QS. Al-Baqarah: 214)

Wallahu'alam bisshowwab

Penulis Adalah Seorang Aktivis Muslimah

Penulis: Ummu Farras

Baca Juga