Isu Reshuffle Kabinet, Publik Mulai Bereaksi

Sebut saja Menkumham Yasonna Laoly pada kasus Harun Masiku, Menko Polhukam Mahfud MD yang justru menggunakan diksi-diksi yang tidak tepat dalam menanggapi isu Papua, Menteri Agama yang sempat mengusulkan pelarangan cadar dan celana cingkrang, hingga pernyataan Menko PMK Muhadjir Effendy yang mengusulkan agar orang yang kaya menikahi yang miskin untuk mengurangi angka kemiskinan.

Atas berbagai kegaduhan akibat pernyataan para menteri, mantan direktur Freedom Institute, Akhmad Sahal bahkan bertanya kepada Presiden Jokowi di akun Twitter pribadinya, apakah memang sedang ada perlombaan “paling eror” di tingkat menteri.

Namun, alih-alih menurunkan atensi publik atas pernyataan kontroversial para menteri, isu reshuffle tersebut justru semakin menambah kegaduhan dan membuat atensi publik semakin meruncing karena mengaitkannya dengan berbagai pernyataan para menteri sebelumnya.

Atas hal tersebut, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyebutkan bahwa hal ini menjadi indikasi bahwa manajemen isu pemerintahan Presiden Jokowi tidak sebaik pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurutnya, SBY memiliki kemampuan yang baik dalam mengolah isu sehingga kegaduhan publik dapat diminimalisir. Ini juga terjadi karena Ketum Partai Demokrat tersebut memiliki kemampuan dalam mengorganisasikan berbagai kementerian dan lembaga, sehingga pernyataan-pernyataan kontroversial dapat diantisipasi sejak dini.

Manajemen Isu SBY Lebih Baik?

Baiknya kemampuan SBY dalam mengolah isu tersebut boleh jadi karena sang jenderal memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik. Itu misalnya terlihat dari pernyataannya dalam menanggapi kasus Munir sebagai berikut:

“Jika masih menganggap keadilan sejati belum terwujud, saya katakan, selalu ada pintu untuk mendapatkan atau mencari kebenaran sejati. Jika memang masih ada kebenaran yang belum terkuak, saya mendukung langkah-langkah Presiden Jokowi jika memang akan melanjutkan penegakan hukum kasus ini, jika memang ada yang belum selesai.”

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga