Isu Reshuffle Kabinet, Publik Mulai Bereaksi

Membaca pernyataan tersebut, terdapat kesan bahwa SBY tengah membangun optimisme dan dirangkai dengan bahasa yang bagus. Oleh karenanya, pernyataan tersebut tidak menimbulkan percikan-percikan gesekan lanjutan.

Pegiat Indonesian Culture Academy (INCA) Jakarta, Deny Humaedi Muhammad dalam tulisannya menyebutkan bahwa beda halnya dengan Jokowi yang memiliki komunikasi politik yang kurang baik, komunikasi politik SBY disebut memberikan kesan serius, formal, tenang, sistematis dalam penyampaian, dan tampak menguasai masalah yang sedang dibicarakan.

Michael Bachelard dalam tulisannya di The Sydney Morning Herald, juga menyebutkan bahwa SBY memang memiliki kemampuan manajemen yang baik, di mana itu terlihat dari keberhasilannya dalam mengkonsolidasikan demokrasi, mendamaikan konflik di Aceh dan membangun kembali Provinsi tersebut setelah terkena Tsunami pada 2004 lalu, hingga pada keberhasilannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pada titik ini mungkin dapat disimpulkan bahwa jika manajemen isu pemerintahan Presiden Jokowi tetap seperti saat ini, maka mantan Wali Kota Solo tersebut akan sulit untuk mendapatkan soft landing di akhir kepemimpinannya.

Akan tetapi, seperti kata filsuf Yunani Kuno, Heraclitus: “Seseorang tidak pernah tercebur di sungai yang sama”, kita tentu berharap akan terjadi perubahan di sisi manajemen isu pemerintahan Presiden Jokowi. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga