Isu Virus Corona, Dalih Jokowi untuk “Peluk” IMF?

Jakarta, Akuratnews.com - Tidak seperti biasanya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon justru memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena keberaniannya dalam mengkritik lembaga keuangan dunia, yakni International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan Asian Development Bank (ADB) dalam Konferensi Asia-Afrika pada 22 April 2015 lalu.

Tidak tanggung-tanggung, pada saat itu Presiden Jokowi menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh IMF, Bank Dunia, dan ADB adalah pandangan yang usang. Mantan Wali Kota Solo tersebut bahkan menyerukan agar negara-negara Asia dan Afrika untuk membangun tatanan ekonomi dunia baru.

Menariknya, tiga bulan berselang, atau tepatnya pada 29 Juni 2015, Indonesia bersama dengan 57 negara lainnya mendirikan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Kendati didirikan oleh banyak negara, dengan Tiongkok yang memiliki 26,6 persen hak suara atau yang tertinggi, mudah untuk menyimpulkan bahwa negeri Tirai Bambu adalah nahkoda dari lembaga baru tersebut. Atas itu pula AIIB banyak dikenal sebagai rival bagi IMF, Bank Dunia, ataupun ADB.

Sejak saat itu, Presiden Jokowi disebut membangun relasi yang tidak umum terlihat dari presiden sebelumnya, yakni mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut justru memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok daripada dengan Amerika Serikat (AS) dan Eropa – negara Barat.

Hal tersebut memang tidak terlepas dari visi besar Presiden Jokowi yang ingin membangun berbagai infrastruktur, yang mana hal tersebut seayun dengan visi One Belt One Road (OBOR) dari Tiongkok.

Akan tetapi, seiring dengan merebaknya virus Corona, yang mana itu disebut-sebut dapat menjadi preseden bagi resesi ekonomi Tiongkok. Indonesia nampaknya telah mengalami “kegamangan” karena investor infrastruktur terbesarnya tengah mendapatkan hempasan hebat.

Atas kondisi tersebut, terdapat dugaan yang menyebutkan bahwa diumumkannya dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus Corona oleh Presiden Jokowi minggu lalu memiliki motif politik dan ekonomi. Pasalnya, itu bertepatan dengan IMF yang mengumumkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana pinjaman sebesar US$ 50 miliar atau sekitar Rp 705,6 triliun untuk penanganan virus Corona.

Singkat kata, pengumuman tersebut diduga agar pemerintah Indonesia memiliki alasan untuk mendapatkan dana pinjaman dari IMF.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga