ITW Mengingatkan Regident untuk Tidak Digunakan Sebagai Pencitraan

Ilustrasi Mengemudi / Pixabay
Ilustrasi Mengemudi / Pixabay

AKURATNEWS - Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan agar pelayanan di bidang  Registrasi dan Identifikasi (Regident) yang dilaksanakan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri), tidak digunakan sebagai pencitraan.

Supaya Polri khususnya Direktorat Lalu Lintas tidak menjadi pihak yang selalu dijadikan objek dalam surat laporan warga kepada Presiden.

Demikian disampaikan Edison Siahaan, Ketua Presidium ITW, dalam siaran pers, Rabu, 15 September 2021.

Apalagi, kata Edison, menjadikan proses penerbitan produk pelayanan  Regident seperti SIM dan STNK, BPKB sebagai souvenir. Dengan mempermudah proses tetapi mengabaikan persyaratan dan prosedur  yang semestinya dijalani.

‘’Sebab produk Regident seperti STNK dan BPKB merupakan dokumen penting dan sekaligus bukti yang sah kepemilikan kendaraan. Maka sebelum proses berjalan harus dilengkapi persyaratan yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan,’’ jelas Edison Siahaan.

Dia melanjutkan, sedangkan Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah merupakan legitimasi yang diberikan Negara kepada warga Negara bahwa pemilik SIM sudah memiliki kompetensi untuk menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya.

Serta memahami makna tentang keselamatan baik dirinya maupun pengguna jalan lainnya.

‘’Sehingga proses mendapatkan SIM harus melalui prosedur yang ketat dan wajib menjalani tes seperti kesehatan, psikologi, teori, praktik dan lain-lain. Artinya seseorang memperoleh SIM harus sehat jasmani dan mental,’’ tegas dia.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Redaksi
Editor: Zulfahmi Siregar
Photographer: Istimewa

Baca Juga