Iwan Bule jadi Pj. Gubernur, Pengamat Ini Sebut “New Orba” di Rezim Jokowi

Jakarta, Akuratnews.com - Pengamat politik, Andrianto SIP. menilai, dilantiknya mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Ahmad Iriawan alias Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jawa Barat, merupakan cerminan berlakunya sistem "new Orba (Orde Baru)" pada pemerintahan Joko Widodo.

"Silahkan saja bila new orba dalam bentuk dwi fungsi Polri. Mbok yah mudeng, baru aja Wantimpres (Yahya Staquf) dukung Israel eh Iwan Bule (jadi Pj Gubernur)," kata Andrianto kepada Akuratnews.com, Selasa (19/06/2018).

"Sudah terlalu banyak dwi fungsi Polri; Dirjen Imigrasi (Irjen Pol. Ronny Sompie), Dirut Bulog (Komjen Purn. Budi Waseso), Kepala BIN (Jenderal Pol. Budi Gunawan)," imbuhnya.

Mantan aktivis 98 ini memandang, dilantiknya Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jawa Barat, bukan hanya menuai polemik pada segi netralitas, tapi juga menimbulkan pertanyaan besar terhadap cita-cita reformasi yang menolak jabatan sipil diisi oleh anggota baik TNI maupun Polri.

Universalitas tugas Polri di seluruh dunia, kata Andrianto, adalah sebagai alat negara dalam penegakan hukum (Criminal Justice Sistem). Dilantiknya Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jabar, dinilai Andrianto, sebagai wujud pemerintah dalam melanggar hakikat tugas Polri tersebut.

"Kenapa rezim ini tarik-tarik polisi ke luar domain itu?" tukas Andri.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri, telah melantik Sestama Lemhannas Komjen M. Iriawan sebagai Pelaksana Jabatan (Pj) Gubernur Jawa Barat, pada Senin (18/06/2018).

Pihak yang pro dengan jabatan baru Iwan menilai, pengangkatan Iwan sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga stabilitas sosial politik di Jawa Barat yang saat ini tengah menghelat Pilkada.

Adapun yang kontra menilai, pelantikan Iwan sarat politis, mengingat salah satu pasangan calon yang bertarung di Pilkada Jabar, Tubagus Hasanuddin (Mayor Jenderal Purn. TNI)-Anton Charliyan (Irjen. Pol. Purn.), selain memiliki latar belakang TNI-Polri, juga diusung oleh partai yang sama dengan partai Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo. (MDz)

Penulis:

Baca Juga