IZI Launching dan Bedah Buku Amil Zakat Easy Going

Direktur Pendayagunaan IZI sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ), Nana Sudiana (kanan) saat memberikan buku kepada Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, H. Muhammad Fuad Nasar S.Sos MSc (kiri).

Jakarta, Akuratnews.com - Direktur Pendayagunaan IZI sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ), Nana Sudiana kembali meluncurkan buku dengan judul Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0. Sebelumnya Nana Sudiana sudah menulis buku dengan judul "Mengenal IZI Lebih Dekat serta Siapa Memudahkan, Dia Dimudahkan".

Konten buku yang saat ini dibedah mengenai kiprah amil zakat sendiri. Gelombang era 4.0 tak terbendung arusnya, ia juga akhirnya mempengaruhi dan menyebabkan sejumlah perubahan dalam gerakan zakat di Indonesia.

Kehadiran era 4.0 yang disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih,, menyebabkan banyak hal dalam kehidupan manusia berubah. Momentum yang juga disebut era revolusi industri 4.0 ini pada dasarnya bertumpu pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya. Situasi ini dikenal juga dengan fenomena disruptive innovation.

Menghadapi tantangan tersebut, para amil di gerakan zakat Indonesia mau tidak mau harus beradaptasi untuk bisa terus sukses dan lincah (agile) mengawal dan membersamai gerakan zakat Indonesia menuju cita-citanya, yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sejahtera dan memiliki kesadaran ber-Islam dengan baik sesuai dengan ajaran zakat selama ini.

Nana Sudiana, Direktur Pendayagunaan IZI sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ) saat memberikan buku "Amil Zakat Easy Going'" kepada Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, H. Muhammad Fuad Nasar S.Sos MSc dalam sambutan yang tertera dalam buku ini mengatakan, perkembangan dunia zakat beberapa tahun terakhir ditandai meningkatnya produktivitas gagasan dan narasi zakat sebagai instrumen keuangan sosial Islam.

Dalam kaitan itu amil merupakan pilar terdepan gerakan zakat karena amil bertanggung jawab mewujudkan "maximum output" pengelolaan zakat.

"Semakin besar potensi zakat yang dapat dihimpun dan didayagunakan kepada mustahik melalui kerja profesional amil, artinya semakin besar kontribusi umat Islam dalam merealisasikan cita-cita beragama dan tujuan bernegara di dalam aspek kemakmuran dan kesejahteraan hidup manusia." kata H.M Fuad Nasar saat launching dan Bedah Buku Amil Zakat Easy Going, di Warung Pasta, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Menurut Fuad, Pengelolaan zakat di Indonesia dilandasi syariat Islam dan perundang-undangan yang mengharuskan setiap lembaga taat asas.

"Permasalahan sosial-ekonomi yang dihadapi bangsa kita, terutama kemiskinan, membuka ruang keterlibatan gerakan zakat dalam
upaya mengatasinya. Dalam ekosistem zakat nasional, antara fungsi regulasi, dukungan institusi pusat dan daerah, wewenang kelembagaan, sinergi antar-otoritas, penguatan program dan layanan, pengembangan literasi dan audit syariah harus saling mendukung
satu sama lain." Terangnya.

"Saya beberapa kali membaca artikel seputar zakat yang ditulis oleh Saudara Nana Sudiana, Sekjen Forum Zakat (FOZ). Narasi yang mengulas dinamika pengelolaan zakat nasional perlu
dipublikasikan agar diketahui dan dipahami oleh publik." tandasnya.

Sebelumnya, dalam rilis launching buku ini, disebutkan, menjadi amil zakat yang baik, amanah dan profesional ternyata tak mudah. Diperlukan kesiapan mental dan spiritual yang memadai sehingga seseorang bisa mengemban amanah ini. Menjadi amil, tak cukup hanya bermodal semangat saja, ia juga harus memiliki mental pejuang yang selalu siap berkorban dan mengabdi untuk kebaikan sesama, terutama untuk kalangan masyarakat dhuafa.

Zakat yang semakin hari semakin meningkat manfaatnya bagi umat tak bisa dipandang sebelah mata pengelolaannya. la harus diurus oleh orang-orang yang jujur, amanah dan kreatif.

Harus ada jiwa inovatif juga dari para aktivis dan penggerak zakat, sehingga semakin ke sini gerakan zakat semakin sesuai jaman dan mampu tampil menjadi gaya hidup kelas menengah muslim, bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia.

Zakat adalah legacy sekaligus menara kebanggan umat bila dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh. Umat akan bangga bila zakat mewujud kesejahteraan yang nyata dan semakin luas manfaat serta dampaknya bagi umat, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Buku Amil Zakat Easy Going; Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0 hadir untuk memenuhi dua tujuan besar yakni, menjadi referensi amil dan dan menjadi guidance strategi dan juga landasan moral untuk pegiat dan aktivis zakat Indonesia.

"Kehadiran buku ini-yang merangkum gagasan dan pemikiran kontekstual tentang zakat dengan berbasis pada pengalaman penulisnya-sangat relevan dan bermanfaat guna memperkokoh literasi intelektual gerakan zakat di tanah air." tandas H.M Fuad Nasar S.Sos M.Sc. selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama.

diketahui, di tengah gelombang perubahan jaman yang luar biasa, para amil harus memiliki kekuatan lahir dan batin untuk bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan dalam gerakan zakat Indonesia. Butuh stamina yang kokoh dan nafas yang panjang untuk membawa gerakan zakat terus naik kelas dan berada dalam posisi terbaiknya untuk membantu menjadikan gerakan ini sebagai solusi persoalan umat.

Berikut beberapa ulasan dari sejumlah pejabat dan tokoh yang memberikan referensi buku Amil Zakat Easy Going selain H.M Fuad Nasar S.Sos M.Sc. selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, juga ada beberapa tokoh dan pejabat lainnya, diantaranya:

"Dengan membaca buku ini kita akan lebih memahami jalan berpikir dan bagaimana karakter amil milenial, sekaligus pada saat yang sama kita dapat berinteraksi tepat dengan amil zakat milenial." kata Dr. H. Ahmad Juwaini, S.E., M.M. (Direktur Keuangan Inklusi, Dana Sosial
Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah).

Sementara Amelia Fauzia, M.A., Ph.D. Direktur Social Trust Fund UIN Syarif Hidayatuilah mengatakan, Masyarakat berutang budi pada persistensi Nana Sudiana yang di tengah kesibukannya masih menyempatkan diri menulis, menolak untuk melupakan gagasan-gagasan para amil yang ternyata sangat membantu kita untuk menyelami dan mengembangkan dunia filantropi, tidak saja dari perspektif donatur tapi juga profil pegiat zakat yang selama ini terlupakan. Buku hasil jihad menulis ini wajib dibaca.

"Buku ini menyadarkan kita dari mana kita berangkat, lengkap dengan catatan
perasaan-perasaannya. Sangat baik kita jadikan sebagai petunjuk ke arah mana akan menuju, terutama kita sebagai amil." ujar Bambang Suherman, Ketua Umum Forum Zakat.

Penulis: Yandi Permana
Editor: Redaksi

Baca Juga