Opini

Jabar: Corona Semakin Meningkat Butuh Solusi Cepat

Akuratnews.com - Masyarakat sepertinya masih harus waspada dengan keberadaan virus Covid-19, bukannya berkurang justru semakin meningkat setelah berlakunya "New Normal" , yang lebih prihatin lagi Indonesia di Lock down oleh 59 negara terkait kasus corona ini. Miris.

Beberapa daerah di Indonesia terus mengalami peningkatan termasuk juga dengan provinsi Jawa Barat melonjak menjadi 385 kasus positif (pikobar.jabarprov.go.id 4/8/2020). Adapun daerah tersebut, yaitu Kota Depok (45), Kota Bekasi (40), Kabupaten Bandung (29), Kabupaten Bogor (27), Kota Bogor (18), Kabupaten Karawang (18 kasus), Kabupaten Bekasi (13), Kabupaten Majalengka (9), Kota Bandung (4), Kabupaten Sukabumi (4), Kota Cimahi (3), Kota Cirebon (3), Kabupaten Subang (3), Kabupaten Kuningan (3), Kabupaten Bandung Barat (2), Kabupaten Sumedang (1), Kabupaten Cianjur (1). (Detiknews.com)

Kasus meningkatnya positif corona selain yang terpapar orang dewasa, anak-anak pelajar, buruh pabrik merambah ke bayi dan balita. Di Jawa Barat kasus yang positif Corona pada anak-anak sebanyak 450 anak, terdiri dari 222 anak berjenis kelamin perempuan dan 225 anak berjenis kelamin laki-laki.

Sedangkan anak pra sekolah (5 - 6 tahun) terdiri dari 25 anak, dengan rincian 10 anak laki-laki dan 15 anak perempuan. Sementara itu, angka positif COVID-19 di kalangan anak balita (1-5 tahun) terbilang cukup tinggi yakni 99 anak (Detik.com)

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?
1. Kurangnya Edukasi
Kurangnya informasi yang mengedukasi dari pemerintah karena sebagian masyarakat masih ada yang menganggap virus Covid-19 itu hoax dan beranggapan beriringnya waktu akan menghilang dengan sendiri. Mengedukasi bahaya dan pencegahannya baik yang dilakukan oleh setiap individu maupun skala besar yaitu negara.

Membangun kesadaran kepada masyarakat seperti betapa pentingnya menjaga kesehatan, asupan makanan apa yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, dan beraktivitas sesuai protokol kesehatan.

2. Kebijakan yang diambil
Semenjak pemerintah mengelurkan kebijakan new normal yang lebih memprioritas bidang ekonomi dari pada kesehatan rakyat. Terbukti seperti kembali beroperasinya transfortasi, tempat wisata, pusat-pusat perbelanjaan, kantor-kantor, pasar dan pekerja pabrik. Hal itu membuka peluang claster-claster baru penyebaran virus.

Walaupun tak memungkiri rakyat punya andil penyumbang bertambahnya kasus yang diakibkan tidak menjalankan aktivitas sesuai protokol kesehatan, bisa jadi rakyat melakukan hal tersebut karena mengalami kebingungan dengan kebijakan yang pemerintah keluarkan antara new normal untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesehatan. Akhirnya rakyat harus keluar untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sebenarnya rakyat akan taat ketika negaranya tegas dalam mengambil kebijakan.

Sejak awal solusi yang diberikan salah yaitu lebih mengutamakan ekonomi ketimbang kesehatan. Maka wajar Indonesia termasuk provinsi Jawa Barat terus mengalami kenaikan kasus positif covid-19.

Kebijakan yang diambil lebih berpihak kepada ekonomi kapitalis yang notabennya menguntungkan para pemilik modal, lebih takut hilangmya investor dari pada hilangnya nyawa rakyat termasuk nyawa para nakes. Seperti itulah dalam sistem kapitalis kebijakan yang diberikan selalu tak berpihak pada rakyat.

Untuk menghentikan laju penyebaran butuh kebijakan yang praktis dan sistemik. Negara harus tegas dalam mengeluarkan kebijakan. Menutup kembali (Lock down) tempat-tempat yang bisa memicu berkumpulnya orang banyak, dan yang terpenting penuhi kebutuhan hidup warga di wilayah yang dilock down. Untuk itu, negara harus berusaha keras mencari sumber pembiayaan baik untuk kebutuhan medis maupun logistik mereka.

Dalam Islam solusi praktis sudah dicontohkan oleh kepemimpinan Umar Bin Khatab yang saat itu menutup daerah yang terjangkiti suatu virus dan mengupayakan memenuhi kebutuhan logistik rakyat. Lalu kepada siapa lagi rakyat bisa menumpukan harapan untuk memenuhi kebutuhan mereka di masa pandemi kalau bukan kepada negara?

Negara harus berada di garda terdepan dalam menghadapi situasi pandemi ini. Maka rakyat tak berjuang sendiri tuk bisa bertahan sampai pandemi ini usai karena negara hadir memberikan jaminan yang nyata. Niscaya, negara akan berhasil mengatasi pandemi ini setuntas-tuntasnya. Wallahu a'lam.

*Penulis adalah: Aktivis Muslimah Karawang

Penulis: Yuyun Suminah

Baca Juga