Perang Dagang AS-Cina

Jadi Ancaman Cyber, AS Larang Gunakan Teknologi Cina

Dalam pencekalan itu, pemerintah AS melarang semua layanan Huawei dan ZTE, seperti jaringan dan device produksi kedua perusahaan itu digunakan di AS. Kenapa?

Jakarta, Akuratnews.com - Banyak kalangan yang menduga pencekalan terhadap perusahaan teknologi asal Cina, Huawei dan ZTE memasrkan produknya di Amerika Serikat (AS) adalah efek dari perang dagang kedua negara.

Dalam pencekalan itu, pemerintah AS melarang semua layanan Huawei dan ZTE, seperti jaringan dan device produksi kedua perusahaan itu digunakan di AS.

Namun, otoritas keamanan AS menjelaskan bahwa pelarangan itu terkait dengan keamanan AS. Produk dari kedua perusahaan itu disinyalir punya kemampuan untuk mencuri data rahasia keamanan otoritas AS yang bisa disalahgunakan oleh Cina.

Kendati demikian banyak yang beranggapan bahwa pencekalan itu karena persoalan rasisme. Hubungan Cina dan AS memburuk lantaran sengitnya perang dagang diantara mereka.

Seperti dilansir Phone Arena, tidak cuma untuk AS semata, Pemerintah AS telah menyarankan kepada sekutu mereka untuk tidak menggunakan jaringan 5G Huawei yang sedang dikembangkan di negara masing-masing. Alasannya masih sama, Pemerintah AS takut informasi rahasia mereka dicuri dan disalahgunakan oleh China.

Huawei Digugat

Sebelumnya, Founder Huawei, Ren Zhengfei dan Chairman Huawei, Liang Hua memberikan konfirmasi bahwa jaringan 5G mereka jauh dari ancaman keamanan. Namun, Huawei digugat bulan lalu oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat karena mencuri rahasia dagang dari T-Mobile.

Huawei dan ZTE juga telah dianggap sebagai ancaman keamanan nasional oleh Kongres sejak 2012.

Desember 2018 lalu, Deutsche Telekom Jerman dan SoftBank Jepang sepakat untuk tidak menggunakan layanan Huawei. Deutsche Telekom sendiri merupakan induk perusahaan T-Mobile. Ini wajar saja terjadi mengingat kasus yang terjadi antara Huawei dan T-Mobile beberapa waktu lalu.

Kebanyakan perusahaan di Cina, ditugaskan pemerintahnya melalui intelijen mereka untuk membantu organisasi komunis. Inilah yang menjadi salah satu alasan kekhawatiran pemerintah AS, Jerman dan sejumlah negara lain akan perusahaan China soal keamanan di negara mereka masing-masing.

Penulis:

Baca Juga