Vaksin Anti Corona Mulai di Uji Cobakan

Jadi Kelinci Percobaan, Jennifer Haller Malah Viral

Seattle, Akuratnews.com - Jennifer Haller menjadi orang pertama yang disuntikan vaksin anti virus Corona sebagai bagian uji coba.

Ia pun menjadi sorotan dan viral lantaran menjadi kelinci percobaan demi menyelamatkan dunia dari wabah penyakit yang sedang merebak ini.

Menjadi kelinci percobaan adalah hal yang menegangkan karena harus menghadapi risiko kegagalan. Dan hal itu tentu juga dirasakan wanita ini.

Di sebuah pusat penelitian di kota Seattle, Amerika Serikat (AS), Haller yang sehat disuntikkan sebuah vaksin.

"Semua orang merasa sangat tidak berdaya saat ini," kata Heller seperti dilansir dari ABCNews.

"Dan saya menyadari bahwa ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk membantu, dan saya senang berada di sini," ucapnya.

Haller adalah satu dari 45 sukarelawan yang diberikan dua suntikan 28 hari terpisah untuk menguji keamanan vaksin.

Ini adalah salah satu dari sejumlah proses yang diperlukan sebelum vaksin dapat diberikan lampu hijau untuk produksi dan distribusi massal.

Perusahaan riset Seattle Kaiser Permanente Washington Research Institute tidak sendirian melakukan uji coba ini.

Banyak kantor pusat penelitian kesehatan berlomba untuk bisa menemukan penangkal virus corona, termasuk yang ada di Australia.

Sebuah tim ilmuwan di Universitas Queensland mengumumkan pada bulan Januari. Mereka tengah berusaha membuat vaksin penawar virus corona agar tak menjadi wabah yang lebih parah.

Bagian dari kelompok pengembangan vaksin internasional yang disebut Koalisi Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi (CEPI), sekarang bekerja 'sepanjang waktu'.

Seorang juru bicara mengatakan tim telah memilih kandidat vaksin dan pengujian pra-klinis telah dimulai.

"(Ini) berkembang secepat mungkin menuju percobaan manusia, semoga pada akhir Juni," kata juru bicara itu.

Dilansir lagi dari ABCNews, sekitar 35 perusahaan dan lembaga akademik ikut berlomba.

Setidaknya empat vaksin sudah diuji pada hewan, dan dua lainnya sedang bersiap untuk memulai uji coba manusia.

Menurut laporan dari surat kabar Partai Komunis China People's Daily minggu ini, para peneliti di Akademi Ilmu Kedokteran Militer negara itu menerima persetujuan untuk meluncurkan uji klinis tahap awal untuk vaksin potensial minggu ini.

Basis data uji coba klinis yang dikendalikan pemerintah Tiongkok mengklaim uji 'fase satu' akan menentukan apakah tembakan eksperimental itu aman pada manusia.

Mereka bermaksud merekrut 108 orang sehat untuk ambil bagian dalam uji coba, yang akan berlangsung antara 16 Maret dan 31 Desember.

Di AS, bersama dengan perusahaan riset Seattle, perusahaan bioteknologi Moderna yang berbasis di Boston secara terbuka mengatakan akan memulai uji coba manusia bulan depan.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga