Jadi Kurir Sabu, Mantan Pelaku Curanmor Terancam Hukuman Mati

Surabaya, Akuratnews.com - Holil bin Bagong, dan Dedy Irawan, kurir narkoba yang membawa sabu 8 kilogram dari Sumatera, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (16/6/21).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini, Jaksa Furkon Adi Hermawan, menghadirkan Saksi penangkap, Firdaus dari Polrestabes Surabaya.

Saksi Firdaus menceritakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu dari Sumatera ke Jawa Timur.

Baca Juga : Tes Urine Negatif, Dua Sejoli Divonis Empat Tahun Penjara

"Kami mendapat info akan ada pengiriman sabu dari Medan menuju ke Surabaya,  melalui jalur darat," kata Firdaus.

"Setelah mendapatkan ciri-ciri mobil dan plat nomor serta tersangka, kami melakukan pengejaran ke Sumatera. Kemudian saat mengetahui posisi para tersangka, saya dan anggota lainnya membuntuti kendaraan tersebut," tambah saksi.

Dari keterangan Firdaus juga diketahui, Holil ditangkap beserta 3 orang rekannya, yakni Dedy Irawan alias Ambon, M. Rusly dan Ariyansa. Keempatnya ditangkap bersama-sama pada pukul 14.00 di sebuah SPBU jalan lintas Sumatera.

Saksi juga menerangkan, penangkapan para terdakwa merupakan hasil pengembangan kasus pengiriman sabu dari Sumatera ke Surabaya yang sebelumnya diungkap Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya.

"Saat dilakukan penangkapan, ditemukan sabu 8 kilogram di jok tengah mobil Ertiga yang dikemudikan Holil dan Dedy. Yang mereka akui barang sabu tersebut milik Brekele, yang masih DPO," terang saksi Firdaus.

"Mereka menggunakan dua mobil, yang setiap mobilnya ditumpangi dua orang. Sabu itu ada di mobil yang ditumpangi Holil dan Dedy, terdakwa M.Rusli dan Ariyansa (berkas terpisah) mengikuti dari belakang, untuk mengawal," tambahnya.

Saat mereka sedang mengisi bensin di SPBU lintas Sumatera - Jawa, lanjut Firdaus, saksi dan rekan-rekannya melakukan penyergapan.

"Saat mereka berhenti di pom bensin untuk mengisi bensin. Di situ kami lakukan penangkapan. Kemudian kami geledah, didapati sabu-sabu yang disimpan dalam 8 bungkus teh Cina, dengan berat total 8 kilogram," beber Firdaus.

Atas keterangan saksi tersebut, para terdakwa kompak membenarkannya. "Benar semua yang Mulia," kata Holil dan Dedy serempak, menjawab pertanyaan Ketua Majelis hakim Fadjarisman.

Perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Perlu diketahui, dari informasi yang dihimpun akuratnews.com, nama Holil bin Bagong sudah tidak asing lagi di dunia kriminal. Selain menjadi kurir sabu, Holil juga pernah ditangkap atas kasus pencurian sepeda motor.

Penulis:

Baca Juga