Jadi Terdakwa, Kepala Sekolah Gelapkan Uang Tabungan Siswa

Surabaya, Akuratnews.com - Kepala Sekolah TK Reka Budi Surabaya, Dian Safiara terdakwa penggelapan uang senilai Rp 36 juta, disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Selasa (10/12/19)

Dalam sidang yang menghadirkan empat saksi, diantaranya Diah selaku Ketua Yayasan Reka Budi, dan Andi Chafit yang bertugas memeriksa buku kas Sekolah, terungkap bahwa dana yang digelapkan oleh Dian adalah tabungan siswa, uang buku, uang sekolah (SPP), dan uang penerimaan siswa baru.

"Saat itu saya periksa saldo milik sekolah, ada kejanggalan antara, uang pendaftaran siswa baru, dana operasional yang dikeluarkan, dan sisa saldo yang ada", terang Andi dalam persidangan.

Andi juga menambahkan bahwa, ada buku kas yang hilang yaitu mulai tahun 2016-2018. " Waktu itu saya tanyakan kepada bunda Dian katanya buku kasnya hilang kena banjir. Akhirnya saya lakukan wawancara, untuk memeriksa keuangan Sekolah, dan ketarangan yang diberikan juga banyak kejanggalan," pungkas pria berkacamata tersebut.

Sementara itu saksi Diah menyatakan, pihak yayasan sudah sering menanyakan terkait laporan keuangan sekolah kepada Dian, namun Kepala Sekolah tersebut selalu berkelit.

"Saya sudah sering menanyakan soal keuangan sekolah, tapi bu Dian sulit ditemui, dan banyak alasan," papar Diah saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis.

Setelah mendengan keterangan para saksi, terdakwa Dian Safiara, menyatakan bahwa tidak semua kesaksian yang diberikan itu benar.

"Tidak semuanya benar yang Mulia, saat bunda Diah menanyakan soal kas sekolah meskipun saya saat itu tidak bisa, tapi keesokan harinya saya selalu menyediakan waktu, namun beliau yang tidak ada," papar wanita berhijab tersebut.

Penulis: Moris Mangke

Baca Juga