Jadi Tersangka, Tiga Warga Apartemen Green Pramuka City Layangkan Praperadilan

Jakarta, Akuratnews.com - Kasus dugaan fitnah yang dilayangkan Pengembang Apartemen Green Pramuka City melalui kuasanya, kepada tiga penghuninya yakni SR, ES dan YK memasuki babak baru.

Untuk diketahui, SR, ES dan YK sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Cempaka Putih, Jakarta Pusat atas dugaan tindakan fitnah sejak tanggal 13 dan 26 Maret 2020.

Atas penetapan status tersangka ini, ketiganya kini sedang mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

"Rencananya, tanggal 9 April ini sidang praperadilannya akan disidangkan. Surat panggilan sidang dengan nomor: 03/PID.PRA/2020/PN JKT PST sudah kita terima hari ini," ujar Benyamin Purba, kuasa hukum SR, ES dan YK di Jakarta, Jumat (3/4).

Dalam permohonan praperadilan ini, pihaknya, ujar Purba, meminta PN Jakarta Pusat untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka bagi SR, ES dan YK dengan termohon Pemerintah Republik Indonesia cq Kepala Kepolisian RI cq Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya cq Kepala Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat cq. Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih.

"Untuk materi permohonan nanti akan kita buka saat sidang," ujar Purba yang didampingi ES dan SR menjelaskan perihal permohonan praperadilan ini

Untuk diketahui, SR, ES dan YK sudah sejak September 2019 mempertanyakan kepada Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta (BPRD) terkait penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan pengembang melalui Badan Pengelola Apartemen Green Pramuka City.

Hal inilah yang menjadi dasar pelaporan atas SR, ES dan YK yang dilakukan oleh pihak pengembang apartemen kepada polisi dengan tuduhan dugaan tindakan fitnah.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga