Jakarta Berlakukan Pembatasan Aktivitas Ibukota, Ini Aturan-aturannya

Jakarta, Akuratnews.com - Mengacu Keputusan Gubernur DKI Nomor 19 Tahun 2021, berikut ini aturan dalam pembatasan aktivitas luar yang berlangsung mulai 11 hingga 25 Januari 2021.

1. Kegiatan pada tempat kerja/perkantoran
Tempat kerja/perkantoran milik swasta, BUMN, BUMD, dan instansi pemerintah menerapakan 75 persen kerja dari rumah atau work from home (WFH) dan 25 persen bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

2. Kegiatan pada sektor esensial
Sektor energi, komunikasi dan IT, keuangan, logistik, perhotelan, industri pelayanan dasar, utilitas publik, dan objek vital nasional beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas serta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat antara lain pasar rakyat, toko swalayan berjenis minimarket, supermarket, hypermarket, perkulakan, dan toko khusus, baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan, serta toko/warung kelontong beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas serta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

3. Kegiatan konstruksi
Tempat konstruksi beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

4. Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar berlangsung di rumah secara daring.

5. Kegiatan restoran
Warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima/lapak jajanan pada lokasi binaan dan lokasi sementara

Makan/minum di tempat sebesar 25 persen dari kapasitas sampai dengan pukul 19.00 WIB. Layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai jam operasional restoran.

6. Kegiatan pusat perbelanjaan
Pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 19.00 WIB.

7. Kegiatan peribadatan
Kegiatan di tempat ibadah 50 persen dari kapasitas.

8. Kegiatan pelayanan kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan beroperasi 100 persen.

9. Kegiatan area publik yang dapat menimbulkan kerumunan massa
Aktivitas area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan massa dihentikan

10. Kegiatan transportasi
Kendaraan umum angkutan massal, taksi (konvensional dan online), dan kendaraan rental maksimal penumpang 50 persen dari kapasitas. Ojek online dan pangkalan penumpang 100 persen dari kapasitas.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga