Jangan Lakukan 4 Hal Ini agar Pengajuan Pinjaman Online Tak Mencekik Keuangan

pinjaman bank

Jakarta, Akuratnews.com - Tak dapat dipungkiri jika kehadiran pinjaman online atau pinjol telah memberi angin segar bagi masyarakat untuk mengatasi masalah keuangan yang bisa muncul secara mendadak. Dengan syarat pengajuan yang begitu ringan, siapa saja dapat dengan mudah mendapatkan bantuan dana melalui produk keuangan tersebut.

Jika melihat ke masa 10 tahun yang silam, pinjaman dana tunai hanya bisa diajukan melalui lembaga keuangan konvensional, seperti bank dan koperasi. Namun, karena syarat pengajuannya yang begitu sulit, seperti wajib memberikan aset sebagai jaminan, banyak orang yang tak menjangkau produk keuangan tersebut.

Alhasil, saat diterpa masalah keuangan yang pelik, masyarakat hanya bisa gigit jari dan pasrah karena tidak memiliki kesempatan untuk mengatasinya. Untungnya, seakan datang untuk menjawab keluhan tersebut, layanan pinjaman online terpercaya muncul dan siap membantu permasalahan finansial apapun yang dialami oleh masyarakat.

Dengan syarat pengajuan yang simpel, seperti, melampirkan dokumen pribadi dan tak wajib memberikan agunan, pinjaman online tentu dapat diakses oleh mayoritas kalangan. Kendati demikian, di balik kelebihan pinjaman online tersebut terdapat sejumlah hal yang wajib Anda hindari agar layanan tersebut dapat digunakan dengan aman dan tak mencekik finansial. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 4 hal yang perlu dihindari agar pinjaman online tak mengancam keuangan.

Terbuai dan Buru-Buru Ajukan Pinjaman Online

Sejak pertama kali dikenalkan di Indonesia pada tahun 2016 lalu, pinjaman online telah berkembang pesat dan meraih popularitas besar hingga saat ini. Bahkan, terdapat ratusan penyedia pinjol yang telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan aman untuk digunakan. Tentunya, setiap layanan pinjol tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya tersendiri.

Karenanya, saat akan mengajukan pinjaman online, jangan mudah terbuai dan buru-buru dalam memilih sebuah layanan tanpa mengetahui plus dan minusnya terlebih dahulu. Penting bagi Anda untuk membandingkan sebuah pinjol dengan yang lainnya agar bisa memilih layanan yang terbaik dan sesuai kebutuhan.

Berbeda dengan pinjaman KTA, sebuah pinjaman online mungkin memiliki tingkat suku bunga relatif lebih tinggi, tapi tak ada biaya tambahan apapun yang dibebankan. Sebaliknya, layanan pinjol lainnya menawarkan suku bunga lebih terjangkau, namun membebankan biaya admin dan denda keterlambatan lebih tinggi.

Sikap terburu-buru dan tak waspada dalam memilih pinjol juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk terjebak layanan ilegal. Jadi, agar manfaat pinjol bisa didapat secara optimal, selalu bandingkan banyak layanan berbeda sekaligus dan cari tahu kelebihan serta kekurangannya lebih dulu.

Sembarangan Dalam Mengajukan Nominal Pinjaman

Saat mengajukan pinjaman online, Anda akan terikat untuk mengembalikan dana yang dipinjam. Selalu ajukan pinjaman online dengan nominal yang pas agar beban cicilannya nanti tak terlalu berat dan membebani keuangan.

Sebagai patokan agar keuangan tetap kondusif, beban dari segala cicilan yang boleh dimiliki setiap bulannya adalah 30 persen penghasilan bulanan. Jika gaji Anda saat ini adalah 5 juta, maka cicilan maksimal dari pinjaman online adalah 1,5 juta. Kalau dipaksa melebihi rasio tersebut, keuangan akan lebih berisiko tidak mampu memenuhi kebutuhan penting lainnya dan kredit macet atau gagal bayar.

Memberikan Informasi Pribadi Palsu

Hal lainnya yang wajib dihindari saat mengajukan pinjaman online adalah memberikan informasi palsu. Pada dasarnya, syarat dokumen pribadi pada pinjaman online, seperti KTP, NPWP, BPJS, dan internet banking, bertujuan untuk menunjukkan identitas Anda sebagai nasabah. Jadi, tak ada alasan untuk memalsukannya ketika ingin mengajukan pinjaman online dengan tujuan yang jelas.

Saat memalsukan data pribadi, konsekuensi yang Anda terima bukan hanya pengajuan pinjol yang sudah pasti akan ditolak. Namun, Anda juga dapat diseret ke ranah kriminal karena telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum. Oleh karena itu, agar tak berbuntut ke masalah lain yang lebih panjang dan serius, jangan coba-coba untuk memalsukan identitas pribadi saat mengajukan pinjaman online.

Menggunakan Pinjol untuk Penuhi Kebutuhan Tak Penting

Terakhir, jangan pernah menggunakan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan yang tak terlalu penting, apalagi menjurus ke perilaku konsumtif. Jika dibandingkan dengan produk pinjaman lainnya, pinjaman online memiliki beban bunga yang relatif lebih tinggi dan tenor pelunasan yang tergolong singkat.

Menggunakannya untuk hal yang tak produktif hanya akan menambah beban keuangan dan membuat Anda semakin terpuruk. Terlebih dengan syarat pengajuan yang begitu mudah, bukan tak mungkin Anda akan kalap menggunakan pinjol untuk memenuhi kebutuhan yang tak berguna. Jika dibiarkan, sudah pasti keuangan Anda akan tercekik dan tahu-tahu cicilan pinjol sudah tak lagi mampu dilunasi.

Hanya Ajukan Pinjol di Layanan Terdaftar OJK agar Tak Merasakan Sisi Kelamnya

Sejatinya, pinjaman online terlahir untuk menjawab keluhan masyarakat yang tak mampu menjangkau produk pinjaman dari lembaga keuangan konvensional. Dengan syarat pengajuan yang ringan dan tak mewajibkan agunan, siapa saja tentu dapat memanfaatkan produk keuangan berbasis digital tersebut untuk tuntaskan berbagai masalah keuangan mendesak.

Meski demikian, agar tak terjebak sisi kelam dan layanan abal-abal, hanya gunakan pinjaman online yang terdaftar di OJK. Dengan begitu, Anda selaku nasabah akan lebih terlindungi dan terhindar dari risiko menerima bunga terlampau tinggi serta cicilan yang mencekik keuangan hingga mustahil untuk melunasinya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga