Tonggak Perubahan Fundamental Indonesia

Jangan Pernah Lupakan Tragedi 12 Mei 1998

AKURATNEWS - 23 tahun berlalu, banyak perubahan secara fundamental pada sistem ketatanegaraan Indonesia. Bangsa ini telah mengalami empat kali perubahan pada UUD 1945.

Mulai dari kebebasan perpendapat dimuka umum, kebebasan berpolitik, kebebasan dalam memilih pemimpin di eksekutif serta wakil rakyat di legislatif baik dari tingkat pusat sampai daerah, hingga dalam hal penegakan hukum.

Perubahan fundamental ini tak lepas dari peran dan perjuangan para aktivis reformasi yang memakan korban empat pejuang reformasi. Ya mereka gugur dalam tragedi Trisakti 12 Mei 98.

"Political Good Will dalam penuntasan Tragedi 12 Mei menjadi sangat penting, karena setiap orang sama di mata hukum dan berhak atas keadilan. Keluarga empat pejuang reformasi ini juga punya hak atas keadilan," ujar Pengamat Hukum dari Universitas Trisakti, Dr. Radian Syam, SH. MH

Insiden ini dikatakannya, juga merupakan luka yang teramat dalam, bukan hanya luka bagi keluarga empat pejuang reformasi yang merupakan mahasiswa Universitas Trisakti, namun juga luka bagi bangsa Indonesia.

"Jika menelisik dari sejarah reformasi 98, hal ini merupakan bagian dari perjuangan yang dilakukan mahasiswa sebagai agen perubahan bersama dengan seluruh masyarakat yang turun ke jalan untuk menuntut reformasi dengan tujuan, diantaranya pemberantasan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dan kemudian berujung pada gugurnya empat pejuang reformasi ini. Sekali lagi perlu diingat dan dicatat dalam sejarah bangsa ini, bahwa apa yang telah kita raih dan rasakan saat ini, dimana alam demokrasi menjadi terbuka disebabkan bagian perjuangan mahasiswa 98," paparnya.

Pengamat Hukum dari Universitas Trisakti, Dr. Radian Syam, SH. MH

Oleh karenannya, alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti angkatan 98 ini meminta jangan pernah melupakan semangat reformasi. Apalagi sampai melupakan Tragedi Trisakti 12 Mei 98.

"Penegakan hukum yang berlandaskan norma etika menjadi kata kunci dalam menjalankan reformasi dimana diantaranya pemberantasan KKN bahkan membasmi korupsi hingga tuntas sampai ke akarnya dan mengkikis oligarkhi di segala sektor, agar apa yang menjadi cita-cita reformasi dapat terwujud. Bangsa ini harus terus belajar dari sejarah karena sejarah menjadikan kita menjadi bangsa yang besar," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga