Jangan Takut, Gejala Hipertensi Dapat Diminimalisiir Sejak Remaja

Lubuklinggau, Akuratnews.com - Sebenarnya, gejala hipertensi atau yang umum disebut tekanan darah tinggi dapat diminimalisir dan dihilangkan.

Syaratnya, sejak usia remaja mulai dibiasakan memeriksakan diri terhadap tekanan darah pada tubuh, termasuk membiasakan asupan pola gizi sehat dan olahraga teratur.

Hal ini diungkap dalam diskusi kesehatan yang disiarkan secara live melalui kanal Instagram Siloam Hospitals Silampari, Sabtu (16/1) di Lubuklinggau Sumatera Selatan.

Pada siaran kanal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Silampari, dr Sartika Sadikin,Sp. PD., menyatakan jika tidak terdeteksi secara dini dan tidak dapat diobati maka hipertensi dapat menyebabkan stroke, gagal jantung hingga penyakit pada ginjal.

"Kuncinya adalah membiasakan deteksi dini secara rutin sejak usia remaja. Dapat dimulai pada usia 18 tahun. Karena pada usia tersebut, mulai beragam aneka makanan yang di konsumsi," ujar dr. Sartika Sadikin, Sp.PD., dalam diskusi bertajuk 'Awasi Gejala Tekanan Darah Tinggi' yang diikuti puluhan peserta dari komunitas kesehatan di kota Lubuklinggau.

Sartika melanjutkan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah pada ukuran 140/90 mmHg atau lebi. Dan dianggap sudah tidak wajar jika tekanan diatas 180/120.

"Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan timbulnya beragam penyakit yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke", imbuhnya.

Dokter yang berpraktik tetap di Siloam Hospitals Silampari ini melanjutkan, dalam beberapa situasi, sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah tubuh, ada beberapa hal perlu yang perlu dicermati dalam "menegakkan" atau mengukur tekanan darah, antara lain :

1. Mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu, sekitat 5 -10 menit (dari aktivitas seperti naik tangga dan berjalan)

2. Hindari mengkonsumsi kopi, alkohol, stop merokok selama 30 menit sebelum diukur tekanan darah, atau ragam aktivitas yang memicu denyut jantung.

Dengan melakukan sejumlah hal tersebut dr Sartika menyebut, ukuran tekanan darah dapat dilakukan guna mengetahui batas ideal.

Selain melakukan deteksi dini sejak usia remaja. Menghindari konsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi pun turut dianjurkan. Adapun bagi pasien yang telah mengidap hipertensi, salah satu solusinya adalah mengkonsumsi obat penurun darah tinggi.

"Konsumsi makanan berkadar garam tinggi adalah asupan yang sangat  menyebabkan hipertensi. Termasuk pada daging olahan, acar, gula, lemak jenuh dan lainnya. Hal ini harus diwaspadai agar tidak berlebihan saat mengkonsumsi makanan, termasuk bagi remaja yang umum menyukai makanan fast food," papar Sartika.

Menurutnya, hipertensi memiliki istilah silent killer atau penyakit yang membunuh secara perlahan. Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.

"Karenanya saya ingatkan kembali, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, baik secara mandiri atau dengan datang ke dokter. Hal lainnya adalah menjalankan pola hidup sehat dan rutin berolahraga," pungkas Sartika.

Untuk diketahui, Siloam Hospitals Silampari merupakan rumah sakit umum swasta yang terletak di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Rumah sakit ini menyediakan pelayanan medis yang didukung dengan alat medis berkualitas dan dokter yang profesional di bidangnya dengan tujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian di daerah sekitar.

Sebagai rumah sakit unggulan, Siloam Hospitals Silampari memiliki fasilitas layanan, yaitu Unit Gawat Darurat, Wanita (Kebidanan & Kandungan), Otak & Saraf (Neurosains), Paru-paru (Pulmonologi/Saluran Pernapasan), Penyakit Dalam
Bedah Umum, Mata (Oftalmologi) Telinga, Hidung dan Tenggorokan (Otorhinolaringologi) dan Anak (Pediatrik)

Di masa pandemi Covid-19, Siloam Hospitals Silampari juga turut mendukung kinerja pemerintah sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan secara ketat menerapkan prinsip 'Clean and Clear Hospitals' di dalam layanannya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga