Janji Politik Rezim Heri-Heri Berjalan di Tempat, Ini Sikap PMKRI Ruteng

Akuratnews-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Periode 2021-2022 siap menggelar seminar, bertajuk "Menggugat Janji Perubahan H2N".

Hal itu diutarakan langsung oleh Ketua Presidium PMKRI Ruteng, Yohanes Nardi Nandeng di Margasiswa PMKRI Ruteng, Jumaat 27 Juli 2022.

Ketua Nardi menilai semenjak dilantik Bupati Heri Nabit dan Wakil Bupati Heri Ngabut belum ada perubahan signifikan di Kabupaten Manggarai. Menurutnya Janji politik pada kampanye pilkada belum terealisasi. Tagline perubahan justru stagnan atau berjalan ditempat.

"Tujuan dari seminar ini, ya untuk mengevaluasi sejauh mana janji Perubahan H2N pas kampanye dulu", terangnya.

Nardi menambahkan, PMKRI punya sikap memastikan program yang menjadi skala prioritas Bupati Heri Nabit harus dijalankan.

"Dalam arti bahwa kita mau mengecek mana-mana saja janji yang sudah direalisasikan dan mana-mana saja janji yang masih dalam proses dan mana-mana saja janji yang belum sama sekali dibuat. Karena itu, PMKRI Ruteng menilai belum ada perubahan signifikan di Manggarai hari ini" ungkapnya.

Menurut Nardi, PMKRI Ruteng saat ini sedang memetakan janji-janji Bupati Heri Nabit yang belum terealisasi.

"Saat ini, kami sedang mengumpulkan data sebanyak mungkin terkait dengan janji Perubahan dari H2N itu" jelas Alumni Mahasiswa Unika ini.

Dia melanjutkan PMKRI adalah organisasi kemahasiswaan yang berbasiskan pemuda. Karena itu sebagai Pemuda memiliki fungsi pengawas dan pengontrol.

"Saya pikir PMKRI harus memiliki fungsi kontrol, artinya PMKRI juga turut terlibat dalam mengontrol jalannya pemerintahan agar masih dalam rel regulasi dan prinsip kesejahteraan masyarakat dan juga menghindari potensi abuse of power", tegasnya.

Nardi mengharap agar seminar tersebut didukung oleh semua pihak sehingga berjalan lancar.

"Soal waktu dari kegiatan ini, saya katakan belum pasti karena kami masih mengumpulkan data, lalu terkait narasumbernya, harapannya ada dari pihak pemerintah Manggarai, supaya semuanya jelas", tutupnya.***

Penulis: Aristo Waku

Baca Juga