Jaringan Peredaran Ganja Sintetis Ditangkap Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jatim

Surabaya, Akuratnews.com - Subdit 1 Ditreskoba Polda Metro Jaya, bekerja sama dengan Ditreskoba Polda Jatim, serta Satreskoba Polrestabes Surabaya, menangkap 4 orang tersangka Aris (30), Wahab (24), Riko (18), Bondet (30), yang merupakan jaringan peredaran Ganja sintetis.

Penangkapan yang dilakukan, Jumat (7/2/20) di Apartement High Point, jalan Siwalankerto Surabaya, merupakan pengembangan dari penangkapan 7 orang tersangka lain di Jakarta.

"Ini adalah pengembangan dari penangkapan 7 tersangka di Jakarta, khususnya Jakarta Pusat, dengan barang bukti 25 kg, yang sudah siap edar. Kemudian kami mencari home industri di mana ganja itu dibuat," terang Wadir Ditreskoba Polda Metro Jaya, Akbp Nasriadi .

Nasriadi juga mengatakan, para tersangka yang ditangkap di Surabaya, selain berperan sebagai pengedar, ada yang menjadi peracik, barang haram tersebut.

"Apartement ini dijadikan sebagai tempat pembuatan ganja sintetis tersebut, sejak September 2019. Bisa dibilang pusat pembutannya ada di sini, jadi salah satu tersangka ada yang berperan sebagai peraciknya," ungkap Nasriadi.

Masih kata Nasriadi, efek dari Ganja sintetis, atau yang biasa dikenal dengan tembakau Gorila tersebut, dibuat secara kimiawi, sehingga efeknya lebih parah daripada ganja yang asli.

Disinggung soal cara peredarannya, Nasradi mengungkapkan, para tersangka hanya diperintahkan mengirim ke alamat yang diberikan oleh bandar besarnya.

"Pembeli memesan barang melalui media sosial yang akunnya dipegang oleh bos mereka yang saat ini masih DPO, jadi mereka hanya mengirim barang, melalui jasa pengiriman, sesuai alamat yang diberikan bosnya, dengan dikemas seperti kemasan kopi untuk mengelabui petugas" ungkap mantan Kapolres Sukabumi tersebut.

"Dari pengakuan para tersangka, pemesannya dari seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar, dan targetnya adalah kalangan menengah ke atas. Untuk harganya yang 100 gram 2 juta, 25 gram 600 ribu, dan 4 gram 200 ribu," pungkas Nasriadi.

Sementara itu, Aris yang berperan sebagi peracik, mengatakan bahan dasar tembakau itu berasal dari Cianjur

"Bahan dasarnya itu tembakau Gayao, dari Cianjur, saya dapatnya dari bos," kata Aris.

Petugas turut mengamankan barang bukti yang 50 paket besar siap edar dan ganja sintetis siap kemas, serta alat timbang elektrik.

Perlu diketahui, saat di tangkap di kamar 1006 Apartement High Point, para tersangka sedang berpesta sabu bersama 2 orang wanita, yang salah satunya masih dibawah umur.

Penulis: Moris Mangke

Baca Juga