Jenderal Boneng, Jenderal yang Tak Terpengaruh Politik

Jakarta, Akuratnews.com – Semangatnya membara, tak pelik baginya menghadapi hujan maupun panas. Demi sebuah tanggung jawab dan menjalani kodratnya, sang Jenderal setiap hari selalu beriring langkah dengan deru kendaraan yang berjalanan di sekitarnya. Tekat kuat membaja, menjadi modal menjalani derasnya persaingan di Ibu Kota, walaupun rambut mulai memutih.

Seragam kemiliteran dalam setiap kegiatannya dalam mengais rezeqi, menjadi lambang, bahwa Si Penjual Kembang Tahu, adalah Jenderal Boneng. Demikian nama yang disematkan pada dirinya oleh orang-orang di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, dan sekitarnya.

Bukan patokkan harga tinggi yang ditawarkan oleh sang Jenderal untuk Kembang Tahunya. Cukup merogoh kocek Rp.5000,- per mangkok, konsumen sudah bisa menikmati produk hasil karya Sang Jendral.

Pria yang memiliki nama Rudi Salam, yang kini telah mencapai kepala lima dalam usaianya, menurut pengakuan Sang Jenderal telah menapaki dunia perdagangan sejak 1980.

Namun, gaya unik yang kini telah bersemat di dirinya, dimulai sejak tahun 2000. Jenderal yang hidup bersama seorang istri dan anak gadisnya, mulai berdagang dengan gaya unik yang khas dan kerap mengundang tawa.

Cara berdagangnya yang nyentrik itu memiliki tantangan besar. Awal memutuskan menggunakan seragam kedinasan, Boneng kerap mendapat intimidasi secara fisik maupun verbal oleh anggota TNI dan instansi lain yang seragamnya ia kenakan.

Mungkin masyarakat bisa belajar dari semangat yang dijalani Sang Jenderal. Berbisnis perlu inovasi, walaupun hanya sekedar menjual Kembang Tahu. Semangat yang terkandung dalam diri sang Jenderal pun demikian. Bukan semangat biasa yang tertanam. Namun, semangat dan ‘nerima’ Sang Jenderal, bisa menjadi contoh di tengah hiruk pikuk politik yang memanas saat ini.

Penulis:
Photographer: Kuncoro Widyo Rumpoko

Baca Juga