Film Nasional, What’s Next?

Jika Bioskop Dibuka Lagi, Adakah Yang Siap Jadi Tumbal?

Jakarta, Akuratnews.com - Mau tak mau, suka tidak suka...wabah Corona (Covid-19) juga berimbas pada iklim dan ekosistem industri perfilman tanah air.

Belum banyak yang bisa dilakukan negara dalam menopang sektor ini agar bisa bangun dan kembali hadir di tengah masyarakat dalam waktu dekat.

“Meski demikian, sebagaimana janji Presiden, Direktorat baru ini akan tetap berupaya meningkatkan sisi pendidikan film, musik dan media baru dari hulu hingga hilir,” kata Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Kemendikbud, Ahmad Mahendra dalam ‘Halal BilHalal Webinar Online‘ yang digagas Kemendikbud bersama Demi Film Indonesia (DFI) di Jakarta, Senin (25/5).

Dalam Webinar bertajuk 'Film Nasional, What's Next?' ini, Ahmad Mahendra menyebut, Direktorat yang menggantikan Pusbang Film Kemendikbud ini tidak dapat berbuat banyak menyikapi imbas wabah Corona pada industri film tanah air.

Ada 11 ribu pelaku industri kreatif film terdampak wabah Covid-19, dan mengharuskan pihaknya memberikan bantuan kepada tenaga film yang terdampak.

“Bantuan akan diberikan lewat Direktorat Tenaga dan Lembaga Keniscayaan, Kemendikbud,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin menyebut, kemungkinan bioskop kembali buka dalam waktu dekat seiring akan dikeluarkannya kebijakan 'the new normal' masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat.

"Kita masih wait and see soal bioskop kembali akan dibuka,” kata Djonny.

Ia tak menampik imbas wabah Covid-19 terhadap industri film sangat dahsyat.

“Kita harus kompak untuk keluar dari situasi ini,” imbuh Djonny.

Lalu bagaimana suara produser film menyambut kebijakan 'the new normal' ini?

Mantan Ketum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Firman Bintang menyatakan, kalau pun masa 'the new normal' ini diberlakukan, pembukaan kembali bioskop, harus punya perhitungan matang lantaran ada sejumlah aturan terkait protokol kesehatan dan minat masyarakat datang ke bioskop.

“Ada nggak (produser) yang mau filmnya jadi tumbal. Karena kalau pun bioskop buka, tidak seketika juga penonton datang,” tandas Firman.

Yang paling utama menurut Firman, sisi kemanusiaan tetap menjadi nomor satu. Dikatakannya, apa untungnya industri film dinomorsatukan, tapi berdampak munculnya korban.

“Saya usulkan menyelamatkan SDM perfilman terdampak Covid-19 dulu dengan mengalihkan anggaran pengembangan perfilman kepada pekerja kreatif yang terkena dampak ekonomi wabah ini,” paparnya.

Sutradara Anggi Umbara pun risau dengan kondisi saat ini. Jika hal yang sama masih berlangsung dua atau tiga bulan lagi, dampak ekonominya sangat hebat.

“Pemasukan tidak ada, mungkin saya akan jual barang demi menghidupi karyawan saya,” ujar sutradara sejumlah film box office ini.

Memang tak mudah untuk bangkit dari imbas pandemi Corona ini. Tapi, semoga ada jalan terbaik. Dan semoga juga sudah banyak yang rindu ke bioskop.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga