Jika Diundangkan, UU Madrasah dan Pesantren Menjadi Hadiah di HSN

Wasekjen DPP PKB, Jazilul Fawaid. Foto: Yandi/akuratnews.com
Wasekjen DPP PKB, Jazilul Fawaid. Foto: Yandi/akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI saat ini terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Madrasah

Wasekjen PKB Jazilul Fawaid mengatakan, jika RUU tersebut diundangkan tahun ini akan menjadi hadian di Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati pada tanggal 22 Oktober.

"Mudah-mudahan di tahun ini bisa disetujui dan di undangkan jadi undang-undang pesantren, itu juga bagian dari hadiah dari hari santri," kata Jalilul di kantor DPP PKB, Rabu (26/9/2019).

Menurutnya, politisi PKB yang saat ini duduk di parlemen sedang serius mengawal RUU Pesantren agar segera disahkan menjadi Undang-Undang Pesantren dan Madrasah.

"Jadi temen-temen di parlemen ini konsen dan serius mengawal rancangan RUU pesantren ini sebagai bagian dari perjuangan santri agar santri mendapatkan kesempatan dan akses yang sama di dalam pembangunan," ungkapnya.

Sebelumnya banyak diberitakan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkapkan alasan digulirkannya RUU tersebut disebabakan kehadiran negara terhadap pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren tergolong minim.

Indikasinya terlihat dari ketimpangan anggaran dan sarana prasarana. Sementara, animo masyarakat terhadap pendidikan Madrasah dan Pondok Pesanten senantiasa berkembang.

"Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan pendidikan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan" kata Muhaimin yang akrab diaapa Cak Imin itu. (Yan)

Penulis:

Baca Juga