Sesuai UU Pemilu No 7 Tahun 2017

Jika Kecurangan TSM Terbukti, Prabowo-Sandi Menang

Jakarta, Akuratnews.com - Kubu Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi melakukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PKPU) ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan dilayangkan atas dugaan kecurangan pilpres 2019 yang terstruktur, tersistem dan masif (TSM). Jika data yang diajukan kredibel, Kubu o2 ini dapat memenangkan gugatan tersebut.

Hal itu dijelaskan oleh Pengamat politik Universitas Indonesia, Nuim Hidayat. Menurut dia, Kubu Prabowo harus dapat membuktikan keterlibatan aparatur sipil negara, polisi dan pihak intelijen dalam pilpres 2019.

Sesuai dengan UU Pemilu nomor 7 Tahun 2017, substansi perkara yang akan dikabulkan hakim bukan terletak pada perolehan suara Prabowo-Sandi, melainkan kecurangan TSM yang terjadi selama proses pemilu.

“Jadi permasalahannya bukan adu kebenaran soal 800ribu C1, tapi soal kecurangan yang dilakukan mereka baik sebelum, ketika dan setelah pilpres berlangsung. Sekarang tergantung pada nurani sembilan hakim MK itu,” ujar Nuim Hidayat, seperti dikutip Indonesia Inside.

Di lain pihak, Dugaan pelanggaran pemilu yang TSM juga dibongkar oleh Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi kepada wartawan.

Achmad Baidowi mengakui ada pelanggaran TSM sehingga pihaknya (PPP) mengajukan 21 gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dari berbagai daerah pemilihan (Dapil). Dari 21 gugatan itu yang diajukan, terdiri atas 4 gugatan DPR RI, 4 gugatan DPRD provinsi dan 13 gugatan DPRD kabupaten/kota.

Achmad Baidowi mengaku memiliki data-data lengkap adanya kecurangan TSM selama gelaran pemilu 2019. “Kami memiliku dokumen C1, DAA1, DA1 dan DB1 untuk mengetahui adanya pelanggaran tersebut,” Tandasnya.

Penulis:

Baca Juga