oleh

Johnson & Johnson, Perusahaan Paling Ramah Keluarga

Jakarta, Akuratnews – Johnson & Johnson masuk ke dalam daftar tempat kerja terbaik versi Glassdoor 2018 setelah tahun sebelumya berhasil meraih penghargaan sebagai perusahaan paling dikagumi dari Fortune sebagai salah satu perusahaan farmasi terbaik.

Bahkan Johnson & Johnson juga telah mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuannya menciptakan tenaga kerja paling sehat di dunia: 90% karyawan telah memiliki akses terhadap program dan layanan untuk mendukung hidup sehat.

Tahun ini, Johnson & Johnson berhasil terpilih sebagai Tempat Kerja Terbaik oleh Glassdoor (Glassdoor’s 2018 List of Best Places to Work) – sebuah situs perekrutan pekerja terpesat dan tepercaya di dunia. Sebanyak 88% penilai merekomendasikan perusahaan ini kepada teman mereka dengan adanya beragam manfaat yang bisa diterima karyawan, yaitu etos hidup dan bekerja yang seimbang dirasakan secara nyata, dan Credo (kepercayaan perusahaan) yang dibuat berbasis budaya di tempatnya beroperasi di seluruh dunia.

Sebagai perwujudan dari Credo atau kepercayaan perusahaan yang dijunjung tinggi sejak diberlakukanya pada tahun 1886, Johnson & Johnson menyadari bahwa karyawan adalah salah satu pemangku kepentingan utama yang perlu dijaga, baik kesehatan dan kesejahteraannya. Untuk itu, Johnson & Johnson juga termasuk dalam daftar tertinggi perusahaan farmasi yang paling dikagumi oleh Fortune tahun 2017 (Fortune’s 2017 Most Admired Companies), yang memberikan manfaat bagi 130.000 karyawannya di seluruh dunia.

Menanggapi beberapa penghargaan ini, Indriyati Sumarsono, Head of HR & Business Development / Strategy, PT Johnson & Johnson Indonesia mengungkapkan, “Kami adalah perusahaan pilihan para pekerja, dimana para calon pekerja sangat antusias untuk bergabung dan bekerja di Johnson & Johnson. Selain itu, para pekerja senior kami juga masih memiliki semangat dan antusias yang tinggi, sehingga mereka sangat loyal selama bekerja di Johnson & Johnson.”

Beberapa program perwujudan komitmen perusahaan diantaranya berupa Kebijakan Cuti Orangtua Global (Global Parental Leave Policy) agar orangtua memperoleh waktu bonding yang lebih lama dan berkualitas – misalnya pemberian cuti bagi ibu (karyawati) yang baru melahirkan sebanyak 3,5 bulan dan cuti selama 2 bulan bagi bapak (karyawan) yang isterinya baru memiliki bayi, dimana mereka tetap mendapatkan gaji penuh sepanjang periode cuti tersebut.

“Mengedepankan integrasi antara kehidupan di rumah dan pekerjaan sangatlah penting bagi kami dan masa depan perusahaan kami. Berbagai manfaat yang kami berikan membuat para pekerja generasi milenial dan generasi Z menjadi lebih tertarik, mengingat merekalah yang akan menjadi sumber daya masa depan perusahaan. Pemberian cuti kepada orangtua baru, termasuk orangtua yang mengadopsi anak, sekaligus memperkuat komitmen kami terhadap keberagaman, inklusi, dan dukungan terhadap keluarga modern masa kini,” tambah Indriyati.

Selain itu, dalam mendukung etos hidup dan bekerja yang seimbang, Johnson & Johnson juga menetapkan jam bekerja yang fleksibel, dimana para karyawan diberikan kebebasan untuk mengatur waktu bekerjanya, terutama di saat jam padat lalu lintas di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Selain mengedepankan etos hidup dan bekerja yang seimbang, dan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, Johnson & Johnson memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan baik masyarakat Indonesia maupun karyawan Johnson & Johnson sendiri. Hal ini diperlihatkan melalui kepemimpinannya dalam memperluas layanan kesehatan dan terciptanya berbagai program wellness di seluruh dunia.

Lebih lanjut tentang program kesehatan ini, Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia menuturkan, “Johnson & Johnson telah mengambil langkah penting untuk mencapai tujuannya sebagai perusahaan dengan karyawan paling sehat sedunia, dimana lebih dari 90% karyawan kami di seluruh dunia memiliki akses terhadap program yang mendukung gaya hidup sehat. Kami yakin bahwa konsistensi dalam menjalankan program ini akan mendorong perubahan perilaku karyawan menjadi pribadi yang lebih sehat dan bahagia.”

Beberapa program kesehatan penting yang ada di Johnson & Johnson antara lain: promosi kesehatan dan wellness – mendorong upaya pencegahan penyakit, makan sehat, dan gerakan tubuh; perangkat kesehatan digital – sistem yang bisa memberikan laporan kesehatan harian secara personal; penilaian kesehatan – mengindentifikasi risiko-risiko kesehatan; kebijakan tempat bekerja bebas rokok – program untuk berhenti merokok ; kebijakan lingkungan kerja HIV/AIDS – akses untuk melakukan tes, pengobatan dan layanan pendukung untuk karyawan dengan HIV/AIDS; menyediakan fasilitas yang mendukung gerakan tubuh seperti pusat kebugaran, rehat dari posisi duduk dalam pekerjaan sehari-hari, dan sebagainya.

Sedangkan program kesehatan yang ditujukan untuk karyawan, Johnson & Johnson di Indonesia telah mengaplikasikan program Health Force 2020 sejak tahun 2017 untuk menciptakan tempat kerja paling sehat. Implementasi dari program kesehatan serupa di Johnson & Johnson telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Sebagai informasi, Johnson & Johnson Family of Companies memperkenalkan program promosi kesehatan di tempat kerjanya sejak tahun 1979. Program ini berkembang dan masih berlaku setelah lebih dari tiga dekade. Perusahaan telah melakukan evaluasi terhadap dampak program terhadap risiko kesehatan dan biaya perawatan kesehatan karyawan untuk periode tahun 2002 – 2008 di Amerika Serikat. Sejak program diterapkan, telah terjadi penurunan total pengeluaran medis tahunan karyawan sebesar 3,7%[1]. Karyawan perusahaan mendapat manfaat dengan adanya penurunan tingkat obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penggunaan tembakau, aktivitas fisik, dan gizi buruk. Rata-rata penghematan tahunan per karyawan adalah USD 565 pada tahun 2009, secara tidak langsung menghasilkan laba atas investasi yang sama dengan kisaran USD 1,88 — USD 3,92 yang berhasil dihemat untuk setiap dolar yang dibelanjakan bagi program tersebut.

“Komitmen dan kontribusi Johnson & Johnson dalam meningkatkan wellbeing karyawan diharapkan mampu menginspirasi perusahaan lain di Indonesia untuk menciptakan perubahan baik di dalam lingkungan kerja, karena kebutuhan fisik, mental, emosional dan spiritual yang terpenuhi akan menghasilkan kinerja yang terbaik. Selain itu, juga akan mempengaruhi penurunan beban pengobatan bagi negara, sekaligus berkontribusi terhadap pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” tutup Devy.

Komentar

News Feed