oleh

Jokowi Diminta Mundur Agar Dolar Turun

Jakarta, Akuratnews.com – Presiden Joko Widodo dianggap tidak konsisten dalam membuktikan janji politik saat Pilpres 2014 lalu atas sulitnya ekonomi nasional saat ini. Koordinator Gerakan Perubahan (GarpU), Muslim Arbi mengatakan bahwa hal itu dibuktikan dengan semakin melemahnya posisi rupiah di hadapan mata uang dolar.

Ia menuturkan bahwa Jokowi berjanji akan membuat dolar menjadi Rp. 10.000 dan pertumbuhan ekonomi di patok pada 7%. “Ternyata pertumbuhan ekonomi stagnan pada angka 5% dan dolar sekarang sudah bertengger di atas Rp. 15.000,” ujar Arbi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/9/2018).

Ia lantas menyatakan solusi keterpurukan ekonomi nasional saat ini yaitu Presiden Jokowi harus segera mundur dan mempercepat Pemelihan Umum. “Karena menteri-menteri ekonomi malah membuat ekonomi nasional semakin menuju keterpurukan dan mengancam kebangkrutan ekonomi dan bangsa ini,” tukas dia.

Jika Jokowi berlama-lama menjadi presiden, lanjut Arbi, kekacauan ekonomi dan politik akan semakin besar dan kebangkrutan semakin nyata. Melemahnya rupiah dan menguatnya dolar pada posisi di atas Rp 15.000 membuktikan pasar semakin tidak percaya Pemerintah.

“Agar bisa mengembalikan kepercayaan pasar dan menurunkan posisi dolar (solusinya) adalah Presiden Jokowi turun dan Pemilu dipercepat,” pungkasnya. (Ysf)

Loading...

Komentar

News Feed