Jokowi Makin Dipersepsikan Sebagai Pemimpin yang Anti Populis

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarifhidayatullah, Adi Prayitno juga melihat adanya implikasi antara struktur koalisi dan arah kebijakan. Selain berpotensi menganggu sistem checks and balances, menurutnya, terbentuknya koalisi gemuk di pemerintahan juga berpotensi melahirkan banyak kompromi-kompromi politik dalam menentukan kebijakan ke depan.

Berangkat dari sini, maka dapat dikatakan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai terlalu berorientasi pada kepentingan politik semata bisa saja disebabkan karena banyaknya hajat yang harus diakomodir oleh Presiden sebagai konsekuensi dari terbentuknya koalisi gemuk pendukung pemerintah. Hal itulah yang kemudian menyebabkan Presiden kini tak lagi terlalu memerhatikan kepentingan publik sehingga membuatnya semakin dipersepsikan sebagai pemimpin yang anti populis.

Pada akhirnya, asumsi-asumsi yang mengatakan Presiden Jokowi menjadi pemimpin yang semakin anti populis sebagai konsekuensi dari lahirnya koalisi gemuk pendukung pemerintah belum tentu benar adanya.

Namun yang jelas, jika benar telah terjadi disorientasi kebijakan, ini dapat menjadi presedenbagi publik untuk nantinya mengingat sosok Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang gagal memperjuangkan kepentingan rakyat. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Fajar

Baca Juga