Jokowi Muslim Biasa, Bedanya Jadi Presiden

Sri Yunarto dalam bedah buku 'Keislaman Jokowi' di D Hotel, Jl. Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com.
Sri Yunarto dalam bedah buku 'Keislaman Jokowi' di D Hotel, Jl. Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com.

Jakarta, Akuratnews.com - Keislaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap dipertanyakan oleh sebagian pihak khususnya lawan politik. Bahkan Jokowi juga sering diserang isu negatif seperti disebut sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Terkait hal itu, Staf Ahli Menko Polhukam Sri Yunanto menegaskan bahwa tidak benar jika Presiden Jokowi anti Islam atau anggota PKI. "Yang betul Jokowi seorang muslim biasa seperti kita-kita tetapi kemudian beliau jadi presiden, itu bedanya kita sama beliau," ujarnya dalam acara bedah buku berjudul 'Keislaman Jokowi' di D Hotel, Jl. Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Sebagai pemimpin, Sri menerangkan Jokowi telah banyak berkontribusi terhadap dunia Islam. Ia mencontohkan seperti dalam kasus pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv Israel ke Yerusalem Palestina.

Jokowi pada saat itu mengecam keras langkah AS dan menyerukan untuk membatalkan pemindahan kedutaan Israel ke Yerusalem. Juga menyeru kepada anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar menjadi motor pendukung kemerdekaan Palestina.

Selain itu, Indonesia di bawah Pemerintahan Jokowi juga dinilai Sri menjadi satu-satunya negara yang dipercaya oleh Myanmar dalam penyelesaian konflik etnis muslim Rohingya.
Jokowi juga dianggap mendukung perdamaian atas konflik Suriah.

Saat ini, ucap Sri, Indonesia masih mempertahankan Kedubes di Suriah sementara negara-negara lain menarik diri.
"Apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sejalan dengan pemikiran umat Islam di dunia dan juga teman-teman muslim di Indonesia," sebutnya yang juga penulis buku 'Keislaman Jokowi'.

Tak berhenti sampai di situ, Sri menuturkan Jokowi juga mendapatkan penghargaan
dari Kerajaan Arab Saudi, Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Kemudian menjadi salah satu dari 500 tokoh muslim berpengaruh.

"Beliau juga bukan ulama, beliau hanya muslim biasa yang mencoba mengamalkan ajaran agama sebagaimana kita," tegas Sri.

Ia lantas berpesan kepada masyarakat agar tidak meragukan keislaman Jokowi pada saat akan memilih kembali. Namun jika tidak akan memilih Jokowi, Sri meminta masyarakat untuk tidak menyerang dengan sebutan-sebutan yang anti Islam. "Karena itu hoax, tidak betul," pungkasnya. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga