oleh

Jual Aset Pertamina, Gathot Dituntut 7 Tahun

Jakarta, Akuratnews.com  – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan kepada Eks Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina, Gathot Harsono tujuh tahun penjara dalam kasus korupsi penjualan aset PT Pertamina.

Tuntutan kepada Gathot ini disampaikan pada sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pindana Korupsi Pengadilan Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Yang membacakan tuntutan kepada Gathot adalah JPU TM Pakpahan. Berkas dakwaan disebutkan bahwa Gathot terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 Jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) K I HUH Pidana dalam dakwaan subsider.

“Menjatuhkan pidana terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama dalam tahanan dan denda 200 juta subsider 6 bulan kurungan,” demikian tuntutan JPU kepada Gatot.

Selain dituntut 7 tahun penjara, JPU juga menjatuhkan tuntutan perampasan beberapa bidang tanah untuk diserahkan kepada PT Pertamina.Perampasan tanah yang dimaksud adalah:

Pertama, sebidang tanah berdasarkan sertifikat HGB No.3895 dan NIB 09.02.06.02.051.59/Grogol Selatan Jl Arteri Pondok Indah RT 007/008 Jaksel atas nama Lidya Swandajani Setiawati.

Kedua, sebidang tanah berdasarkan sertifikat HGB No.3896 dan NIB 09.02.06.02.051.60/Grogol Selatan Jl Arteri Pondok Indah RT 007/008 Jaksel atas nama Lidya Swandajani Setiawati.

Ketiga, sebidang tanah berdasarkan sertifikat HGB No.3897 dan NIB 09.02.06.02.051.61/Grogol Jl Arteri Pondok Indah RT 007/008 Jaksel atas nama Lidya Swandajani Setiawati berikut sertifikat HGB.

Keempat, sebidang tanah berdasarkan sertifikat HGB No.3898 dan NIB 09.02.06.02.051.62/Grogol Selatan Jl Arteri Pondok Indah RT 007/008 Jaksel atas nama Lidya Swandajani Setiawati.

Kelima, sebidang tanah berdasarkan sertifikat HGB No.3899 dan NIB 09.02.06.02.051.63/Grogol Selatan Jl Arteri Pondok Indah RT 007/008 Jaksel atas nama Lidya Swandajani Setiawati berikut sertifikat HGB.

“Berkaitan dengan persoalan pembebanan hak tanggungjawab pada beberapa Bank menjadi tanggungjawab masing-masing pihak,” katanya.

“Membebankan terdakwa untuk membayar ongkos perkara sebesar Rp10 ribu,” demikian tuntutuan JPU kepada Gathot. (Red.)

Komentar

News Feed