Jubir Keluarga Korban Pencabulan Pendeta HL Tanggapi Tudingan Kuasa Hukum Terpidana

Juru bicara korban pencabulan, Eden Bhetania Thenu

Surabaya, Akuratnews.com - Eden Bethania Thenu, Juru bicara (jubir) korban pencabulan yang dilakukan oleh terpidana Hanny Layantara (HL), menanggapi tudingan adanya kejanggalan dalam vonis 11 tahun Pengadilan Tinggi (PT) Jatim.

Eden meyakini, bahwa keputusan PT adalah bentuk keberpihakan hukum, kepada anak yang menjadi korban kasus pencabulan.

Menurut Eden, sebaiknya pihak Hanny Layantara tidak perlu lagi membuat kisah-kisah baru atas kasus mantan Pendeta Gereja Happy Family tersebut.

"Hal tersebut, justru akan semakin menyudutkan pendeta Hanny," ungkap Eden kepada awak media, Jumat (11/12/20).

“Jika memang tidak puas dengan putusan PT, ya silakan ajukan kasasi. Kenapa harus membuat kisah-kisah baru yang justru semakin menyudutkan terdakwa (pendeta Hanny),” tambahnya.

Sebaliknya lanjut Eden, jalannya persidangan mulai dari PN Surabaya hingga ke PT Jatim tidak ada sedikit pun kejanggalan. “Tidak ada yang disembunyi-sembunyikan. Semua fair dan terbuka,” tegasnya.

Eden juga mengatakan, kasus ini menjadi perhatian publik sudah sejak awal saat pertama kali diungkap kepolisian.

“Karena pelaku adalah tokoh agama. Kami keluarga yakin hukum di negara kita ini akan berpihak kepada kepentingan anak,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Adi Warman, kuasa hukum Hanny Layantara menduga ada penggelapan berkas memori banding dan kontra memori banding yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Jatim. Akibat hal tersebut, vonis pendeta Hanny akhirnya diperberat dari 10 tahun penjara menjadi 11 tahun penjara.

Adi Warman juga sudah melaporkan kejanggalan tersebut, kepada Badan Pengawas (Bawas) MA dan Komisi Yudisial.

Penulis:

Baca Juga