Pilpres 2019

Jurkamnas Prabowo-Sandi Jelaskan Surat SBY yang Sempat Resah Konsep Kampanye Akbar

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menulis surat kepada tiga petinggi partainya dengan menyebut bahwa acara kampanye akbar Prabowo-Sandi tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif.

Menanggapi hal itu, Juru Kampanye Nasional Prabowo-Sandi, M Nizar Zahro mengatakan, pihaknya setuju soal inklusif yang diinginkan presiden ke enam RI tersebut. Hanya saja, sambungnya, agenda Salat Subuh berjamaah hingga bershalawat itu murni datang dari spontanitas massa yang hadir

"Perlu diketahui bahwa adanya Tahajjud bersama dan Salat subuh berjamaah itu murni datang dari peserta dan itu harus dimaknai sebagai animo peserta untuk kemenangan pasangan 02. Mereka datang sejak Sabtu sore dan bermalam di GBK dengan berdzikir dan salat berjamaah. Kita tidak bisa juga mencegah animo ini," ujar Nizar, Minggu (7/4/2019).

Nizar menekankan, kampanye akbar yang sudah berlangsung itu juga tetap mengedepankan kebhinekaan yang terlihat dengan adanya doa dari 4 pemuka lintas agama.

"Dalam acara seremonial kampanye kita tetap tunjukkan sikap bhineka kita di antaranya doa lintas agama. Kita yang berbeda kumpul bersama dan bersatu untuk kemenangan 02," ungkapnya.

Lebih lanjut, justru sebagai kelompok yang mengedepankan unsur kebhinekaan, acara diisi dengan agenda seperti salat subuh hingga maulid. "Sekali lagi ini semua harus dimaknai sebagai animo atau antusias peserta untuk meramaikan kampanye," tandasnya.

Penulis: Hengky
Editor:Redaksi

Baca Juga