Jurnalis Diminta Sajikan Informasi Lengkap Soal Covid-19

AKURATNEWS - Pandemi Covid-19 belum selesai. Bahkan tantangan kian berat dengan munculnya varian baru dari India. Oleh karenanya, masih dibutuhkan kerjasama banyak pihak termasuk media untuk melawan virus ini.

Terkait ini, Ketua Dewan Pers, M Nuh berpesan agar jurnalis tak hanya menyajikan informasi soal Covid-19 saja. Tapi sajikan berita yang ditambahkan dengan knowledge atau pengetahuan bagi masyarakat.

Harapannya, dengan adanya pengetahuan itu bisa diresapi ke hati pembaca atau pemirsa sehingga menjadi kesadaran agar masyarakat bertanggung jawab mencegah penularan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Ini perjuangan kita bersama-sama. Wartawan, para peserta FJPP, kalian adalah para pejuang yang berada di garis terdepan dalam menanggulangi Covid-19, selamat berjuang," kata M Nuh saat berbicara dalam virtual briefing peserta Fellowship Jurnalis Perubahan Perilaku (FJPP) Periode Kedua, Senin (10/5).

Program FJPP yang digelar Dewan Pers dan Satgas Penanganan Covid-19 ini bakal diikuti 3.030 jurnalis.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala BNPB, Doni Monardo menyambut para peserta FJPP Periode Kedua dengan penuh antusias.

Doni mengatakan, FJPP merupakan program penting antara pemerintah dan media untuk sama-sama melawan Covid-19. Kepada para peserta, Doni menyatakan, pemerintah tetap akan bertindak tegas untuk menegakkan aturan demi pencegahan dan penularan Covid-19.

Salah satunya adalah kebijakan pemerintah soal larangan mudik. Mantan Danjen Kopassus itu tak bosan mengingatkan agar jangan mudik untuk kebaikan bersama.

"Jangan sampai mudik, orang tua atau sanak keluarga di desa malah tertular, bahkan sampai meninggal dunia. Jangan nekat, nanti jadi penyesalan seumur hidup. Maka, jangan mudik," tegas Doni.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Hery Trianto menambahkan, pada periode pertama Oktober-Desember 2020, FJPP diikuti oleh 5.084 peserta dengan tiga angkatan. Namun, berdasarkan evaluasi dan penilaian selama periode pertama, maka yang berhasil lolos seleksi hanya 3.030 peserta.

"Pemilihan 3.030 peserta FJPP periode Mei-Desember 2021 ini merupakan bentuk apresiasi kami atas para peserta fellowship yang telah dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab menjalankan KPI (key performance indicator) yang telah diputuskan FJPP," ujar Hery.

Para peserta periode kedua ini akan mengikuti program ini lebih panjang yakni delapan bulan sejak Mei-Desember 2021.

Imam Wahyudi dari Panitia FJPP menambahkan, FJPP periode pertama Oktober-Desember 2020 mampu memproduksi sebanyak 172.027 item berita, terdiri atas 836 item berita media cetak, 1.405 media siber, 92 berita radio dan 697 berita televisi.

Kata dia, antusiasme media sangat luar biasa. Terbukti, walaupun program ini belum berlanjut, namun semangat para jurnalis untuk menulis berita pencegahan Covid-19 masih tinggi. Tercatat, dari periode Januari-April 2021, terdapat 1.770 item berita yang dikirim wartawan.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga