Diktator Kim Jong un

Jurnalis Korut: Perubahan Rezim Hanya Akan Memicu Malapetaka

Kim Jong Un. (Foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Pernyataan Suki Kim, seorang Jurnalis Korea Utara yang mengatakan bahwa setiap upaya untuk menggulingkan pemimpin berkuasa, Kim Jong-un dari tampuk pimpinan hanya akan menyebabkan malapetaka. Menurut dia, membuat Korea Utara menjadi negara terbuka adalah sebuah masalah yang benar-benar suram karena rakyat telah kehilangan segala-galanya.

"Membuat masyarakat Korut terbuka adalah masalah yang benar-benar suram karena warga negara telah kehilangan alat yang mereka butuhkan, pendidikan, informasi dan alat berbagi," tutur Suki Kim seperti dikutip dari Independent beberapa waktu lalu.

Kim yang menulis buku "Without You, There Is No Us" setelah bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang. Ia berhasil menyelundupkan catatannya ke luar negeri.

"Bukan sistem yang bisa membuat mereka moderat. Pemimpin Besar tidak bisa dimodernisasi. Anda tidak bisa menjadi dewa yang mempunyai kekurangan. Sistem Pemimpin Besar harus dihancurkan. Tapi tidak, ini tidak mungkin untuk dibayangkan," Ujar Suki Kim.

Menurut dia, intervensi militer atas Kim Jong Un juga hanya akan memperburuk situasi. "Karena ini tentang tenaga nuklir." Kata dia. Bukan cuma masalah nuklir saja, tapi sejak dulu, populasi selalu disalahgunakan sebagai korban ideologi pengkultusan. Sehingga jika Pemimpin Besar (Kim Jong un) telah pergi, bentuk kediktatoran lain akan menggantikannya. "Setiap jalan adalah malapetaka. Saya ingin menawarkan solusi namun semuanya mengarah pada jalan buntu," ujarnya lagi.

Berita tersebut muncul saat krisis di semenanjung Korea terancam semakin memburuk. Sebuah laporan dari Korea Selatan (Korsel) menyebutkan negara tetangganya itu sedang memindahkan sebuah rudal, tampaknya sebuah rudal balistik antar benua, menuju pantai barat. Rezim Kim Jong-un telah melakukan uji coba nuklir keenamnya pada hari Minggu lalu. Korut mengklaim telah meledakkan apa yang diklaimnya sebagai alat termonuklir yang beberapa kali lebih kuat daripada usaha sebelumnya.

"Korut tidak akan menyerah untuk mengembangkan senjata nuklir. Tidak akan pernah," kata Pemimpin Korut, Kim Jong-un.

Uji coba ini seolah membenarkan pernyataan pembelot Korut, Thae Yong-ho. Thae adalah wakil duta besar Korut di London dan membelot ke Korsel pada tahun lalu. Thae mengatakan bahwa rezim Pyongyang bertekad untuk menyelesaikan pengembangan senjata nuklirnya pada akhir 2017, dan Korut tidak akan menyerah. "Bahkan jika negara tersebut mengajukan USD1 triliun atau USD10 triliun sebagai imbalannya," pungkasnya.

Penulis: Redaksi
Editor: .

Baca Juga