Kacamata Ekonom Terhadap Corona dan Omnibus Law

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.

Jakarta, Akuratnews.com – Corona yang saat ini menjadi konsen global, telah menghentak negara-negara maju di dunia. Berawal di kota Wuhan, Tiongkok, penyebaran virus Corona atau COVID-19 menjadi fenomena global, di mana virus tersebut tercatat telah menginfeksi sebanyak 88.000 lebih orang di seluruh dunia, termasuk 2 orang WNI asal Depok, Jawa Barat yang hari ini dinyatakan positif terjangkit. Saat ini, lebih dari 3000 orang meninggal dunia.

Fenomena COVID-19 tentunya sangat berpengaruh terhadap perekonomian Cina secara khusus dan negara-negara lainnya secara umum, salah satunya Indonesia yang merupakan salah satu negara pengekspor komoditi terbesar ke Cina.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh ekonom Indonesia, Josua Pardede yang saat ini menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Permata melalui sambungan ponsel hari ini (2/3).

“Kalau kita lihat, dampak dari COVID-19 ini memang diperkirakan akan cukup signifikan bagi perekonomian Cina. Saat ini, aktivitas industri manufaktur di Cina terlihat menurun cukup drastis. Hal tersebut tentu saja berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi di Cina itu sendiri yang mana pada akhirnya berdampak juga terhadap perlambatan ekonomi global,” sebut Josua.

Dampak menurunnya aktivitas industri manufaktur Cina menurut Josua tentu saja sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Dari sektor perdagangan, keadaan tersebut tentunya berpotensi terhadap kurangnya permintaan ekspor komoditi Indonesia untuk Cina. Sekedar catatan, saat ini hampir 17 persen ekspor Indonesia ditujukan ke Cina.

“Setiap 1 persen perlambatan ekonomi Cina berpengaruh terhadap perlambatan ekonomi Indonesia sebesar 0,3 persen,” ujarnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga