Kades Pangou Diduga Pungut Biaya Sertifikat Rp500 Ribu Per Warga

Aceh Timur, Akuratnews.com - Keuchik Gampong (Kepala Desa) Seubebok Pangou, Kec. Banda Alam, Kab. Aceh Timur diduga memungut biaya pembuatan sertifikat tanah dari warganya. Padahal pembuatan sertifikat tanah ini sudah digratiskan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.

Menurut keterangan seorang warga, Muhammad, Keuchik di desanya meminta uang pembuatan sertifikat kepada warga sebesar Rp500 ribu. Apabila tidak membayar, maka sertifikat tersebut ditahan oleh sang Keuchik.

“Sebelumya Keuchik tidak memberi tahu bahwa pembuatan sertifikat ini gratis, yang diberitahukan bahwa ada pembuatan sertifikat secara serentak di desa kami dengan biaya Rp500 ribu/sertifikat," ujar Muhammad, Kamis (14/2).

Baru belakangan ini, masyarakat baru mengetahui jika pembuatan sertifikat tanah tidak dipungut biaya alias gratis.

“Saya juga konfirmasi ke pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Timur beberapa hari yang lalu. Mereka menjelaskan pembuatan sertifikat gratis, dan pihaknya tidak memungut biaya pada siapa pun,” sambung Muhammad.

Hal yang sama juga disampaikan warga lainya, Nasruddin (34), Keuchik meminta uang pembuatan sertifikat sebesar Rp500 ribu.

“Benar, uang tersebut diminta kepada masyarakat yang membuat sertifikat tanah, apabila tidak diberi maka sertifikatnya ditahan,” jelas Nasruddin.

Masyarakat, lanjutnya, berharap aparat penegak hukum menindak lanjuti perkara tersebut.

”Kami berharap aparat penegak hukum segera menindak lanjuti perkara ini. Kami tidak ingin masyarakat terus dibodohi penguasa terutama dalam kasus ini,” harapnya.

Saat dikonfirmasi, Keuchik Gampong Seneubok Pangou, Idris membenarkan adanya pungutan uang tersebut. Alasannya, untuk biaya administrasi.

“Itu sudah dibahas di Jakarta, biaya tersebut untuk biaya adminstasi saat mengurus sertifikat tersebut ke kantor BPN Kota Langsa dan hal itu merupakan hasil kesepakan bersama,” ujar Idris.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala BPN Kabupaten Aceh Timur melalui pesan WhatsApp (WA) belum menjawab. Saat dihubungi melalui sambungan telepon juga masih belum bisa dihubungi.

Jurnalis: Iqbal
Publisher: Dudy

Penulis:

Baca Juga